DBD Rengggut Satu Warga Temangung

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Temanggung telah merenggut satu korban jiwa. Seorang anak, berumur 6 tahun, warga Parakan Temanggung, meninggal dalam perawatan medis rumah sakit. Pemerintah meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan pada Demam Berdarah (DB).

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, dr Taryumi mengatakan seorang anak meninggal karena serangan demam berdarah dengue (DBD) sekitar tiga hari lampau. Sebelum dibawa ke rumah sakit untuk perawatan, anak tersebut telah beberapa hari sakit dan diobati di rumahnya.

"Beberapa warga di lingkungan tempat tinggal korban juga ada yang menderita demam berdarah. Ketika di rumah sakit kondisi sudah serius," kata Taryumi, Kamis (09/01/2020).

Dikatakan, dinas kesehatan telah melakukan fogging atau pengasapan di lingkungan korban dan juga gerakan kebersihan lingkungan, yang diharapkan dapat menekan jumlah penderita DBD. Dinas, katanya kini masih memantau perkembangan di lingkungan tersebut, dan diharapkan tidak ada lagi warga yang terserang. Sejumlah warga juga ada yang masih dalam perawatan medis untuk penyembuhan.

Dia menyampaikan sampai Minggu kedua 2020, tercatat telah ada 12 kasus DBD, 20 kasus Demam Dengue dan satu kasus meninggal karena DBD. Sedangkan sepanjang 2019 mencapai 646 kasus.

Musim hujan, terangnya, memang ada peningkatan kasus DB, yang disebabkan diantaranya mendukungnya tempat dan kondisi alam perkembangan nyamuk aedes aegipty sebagai fektor penularan. Peningakat terlihat pada Desember dan besarnya kasus pada awal Januari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung dr Suparjo MKes mengatakan sebenarnya pihaknya telah gencarkan memerangi DB dengan gerakan menguras, menutup dan mengubur (3M) sampai di tingkat Rukun Tetangga (RT). Gerakan itu melibatkan camat, kades, kader kesehatan serta petugas kesehatan di puskesmas yang ada. "Musim hujan adalah masa perkembang biakan nyamuk aedes aegipty secara cepat, mari semua semakin waspada, dengan jaga kebersihan lingkungan," katanya.

Dikatakan Dinas Kesehatan memang menyediakan dana untuk fogging atau pengasapan, namun perlu diketahui bahwa yang lebih baik tetap 3M karena memberantas dari telur, jentik dan nyamuk dewasa. Sedangkan fogging hanya mematikan nyamuk dewasa. (Osy)

BERITA REKOMENDASI