Demi Efisiensi, Perjalanan Dinas Dipotong 30 Persen

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan untuk efisiensi dan efektifitas, telah mengeluarkan kebijakan pemotongan uang perjalanan sebesar 30 persen. 

"Telah ada kebijakan pemotongan uang perjalanan 30 persen. Uang akan dialokasikan untuk kegiatan lain yang lebih berdaya guna bagi pembangunan," kata Al Khadziq, Selasa ( 18/12).

Dia mengatakan pemotongan itu diberlakukan pada APBD 2019. Selain uang perjalanan, pemotongan juga diterapkan pada uang rapat, pembiayaan makan dan minum. Kegiatan yang dinilai ada ruang pemborosan turut dikoreksi, menjadi sesuai kebutuhan. 

Dia menyampaikan APBD Kabupaten Temanggung sekitar Rp 2 triliun, dana itu banyak tersedot untuk belanja rutin seperti gaji pegawai, dan kegiatan rutinitas. Sedangkan belanja modal Rp 400 miliar. Diperkirakan setelah ada pemotongan itu, divisit menjadi Rp 60 miliar, yang akan ditutup dengan silva tahun anggaran 2018.

Dipastikan, terangnya, pemotongan itu tidak berpengaruh negarif pada jalannya pembangunan, justru berpengaruh positif. Dana dari efisiensi dapat dialihkan untuk kegiatan lain, seperti untuk pelayanan kesehatan, pembayaran premi BPJS warga kurang mampu, pembangunan beberapa puskesmas, sarpras penddidikan bagi perangkat desa, RT dan tujangan kematian dan festival kebudayaan. 

"Dampak efisiensi itu, akan dimonitoring dan hasil sementara di masukkan pada APBD Perubahan 2019," katanya.

Dia mengatakan saat ini untuk pembiayaan program baru yang membutuhkan dana Rp 200 – Rp 300 juta sudah sangat susah. Langkah yang diambil pemotongan itu diharapkan mampu mendongkraknya dan kegiatan pembangunan berjalan lancar dan kena sasaran. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI