Desa Bahasa Borobudur Siap Sambut New Normal Pariwisata

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir. Meski demikian, sejumlah pelaku pariwisata di Kabupaten Magelang, telah bersiap menghadapi new normal paska pandemi tersebut. Setelah sebelumnya pelaku arung jeram (rafting) dan komunitas VW Cabrio Borobudur, kini pemilik Desa Bahasa Ngargogondo, Borobudur yang melakukan sejumlah persiapan.

Diantaranya dipintu masuk ke Desa Bahasa yang sekarang tidak hanya tempat pembelajaran Bahasa Inggris secara singkat dan menyenangkan saja, tapi kini telah dilengkapi beberapa home stay, taman kelinci, terapi ikan, tempat permainan sulap dan angklung itu, telah disiapkan beberapa tempat cuci tangan sekaligus sabunnya. Tak hanya itu, setiap pengunjung juga harus duduk dan antre berjarak serta diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermo gun.

Bagi pengunjung yang tidak membawa masker, pengelola telah menyiapkannya, secara gratis. Sebelumnya, semua area pembelajaran telah dibersihkan dan disemprot menggunakan cairan desinfektan. Sementara para pegawai dan tutornya, dilengkapi dengan sarung tangan, masker dan face shield. “Ini semua kami siapkan menghadapi new normal setelah pandemi covid-19 selesai. Namun kapan akan dibuka, kami masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah,” kata Hani Sutrisno, Pemilik Desa Bahasa, Kamis (4/6/2020).

Disampaikan Hani, mantan pengasong di Candi Borobudur saat kecil dahulu itu, bahwa sejumlah calon siswa dari beberapa daerah, sudah menanyakan kapan dibuka. “Tidak hanya itu, beberapa biro dan agen wisata juga sudah mulai bertanya-tanya soal new normal dan kapan kami (desa bahasa) akan buka. Terus terang, kami belum bisa menjawab. Yang pasti kami taat pada pemerintah,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI