Desa di Purworejo Ada Tarikan Pologoro, Kini Jadi Masalah

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sejak bergulirnya anggaran dana desa (DD) yang cukup besar dan langsung mengalir ke pemerintahan desa (Pemdes), segala pungutan yang terkait dengan biaya administrasi masyarakat dihapus. Termasuk pungutan pologoro atas jual beli tanah. Namun diduga karena sosialisasi yang kurang maksimal sehingga di Kabupaten Purworejo masih ada desa yang menerima pologoro.

“Saya yakin di desa-desa di Purworejo masih banyak yang menarik pologoro karena ada Perdesnya,” kata Basuki Rahmad SH MH, salah seorang perwakilan dari Desa Kebon Gunung Kecamatan Loano Purworejo, Jumat (19/6/2020).

Pernyataan itu terkait dengan pengaduan warga Kebon Gunung yang merasa keberatan atas adanya pologoro. Bahkan polemik ini sempat dimediasi Komisi 1 DPRD setempat, agar persoalan ini tidak melebar.

“Saya berharap aduan masyarakat terkait pologoro ini tidak melebar dan tidak menimbulkan perpecahan antara warga dengan Pemdes,” kata wakil dari Komisi 1 DPRD Purworejo Budi Sunaryo dalam pertemuannya dengan Pemdes dan perwakilan warga di Kantor Desa Kebon Gunung.

BERITA REKOMENDASI