Deteksi Dini Inspektorat, Cegah ASN Tersangkut Masalah Hukum

Editor: Ivan Aditya

WONOSOBO, KRJOGJA.com – Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat secara tegas mengatakan bahwa dirinya tidak ingin ada Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Wonosobo yang tersangkut dengan masalah hukum di masa kepemimpinannya. Dalam hal ini tentu dibutuhkan deteksi dini dan sikap tegas dari Inspektorat sebagai pengawas internal Pemkab Wonosobo.

“Kami tidak ingin satupun ASN, ataupun kelembagaan OPD di era kami, ada yg bermasalah dengan hukum. Kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam kerangka kapasitas kami untuk melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait yang senantiasa bermitra dengan Pemkab Wonosobo. Oleh karena itu, peran serta Inspektorat dalam mendampingi teman-teman ASN maupun OPD menjadi sangat penting,” papar Afif Nurhidayat, ketika memimpin apel pegawai di lingkungan Inspektorat Pemkab Wonosobo, Senin (07/06/2021).

Menurut Afif, Inspektorat sebagai pengawas internal pemerintah daerah sudah semestinya melakukan pengawasan terhadap seluruh aktifitas penyelengara kegiatan pemerintahan di Pemkab Wonosobo secara lebih dini dan tegas. Terkait hal itu, pihaknya atasnama pemerintah daerah tentu memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras dan kerja cerdas serta disiplin dari jajaran Inspektorat.

“Peran Inspektorat mampu menjadikan ASN dilingkup Pemkab Wonosobo step by step, tahap demi tahap ada peningkatan performa lebih baik. Tentunya ini merupakan hal penting dan utama bagi jajaran Inspektorat yang selama ini terus melakukan pengawasan, pendampingan dan pembinaan. Karena siapapun kita, temen-temen semua adalah ASN, yang tentunya harus tampil dengan performa yang terbaik sesuai jalur kedisplinan,” ungkapnya.

Disebutkan, salah satu prestasi Pemkab Wonosobo adalah dengan pencapaian penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Raihan ini, menurut Bupati merupakan hasil kerja keras dari semua pihak, dan termasuk bagian terpenting dari kerja sistemtik jajaran Inspektorat.

“Prestasi WTP yang sudah dicapai Pemkab Wonosobo merupakan hasil kerja keras dari semua pihak, dan termasuk bagian terpenting dari kerja-kerja sistemtik jajaran Inspektorat,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan, dengan capaian prestasi WTP tersebut menjadi sebuah peringatan yang harus dijadikan cambuk dorongan semangat kerja ke depan, sehingga nantinya mampu mencapai prestasi yang benar-benar bersih. “Capaian ini menjadi warning bagi kita sekalian, kita tidak boleh berbangga hati, tidak boleh merasa puas, namun justru dijadikan cambuk ke depan untuk kita semua, sehingga mendatang betul-betul mampu mencapai tahapan WTP yang benar-benar clean, dan bukan WTP dengan banyak catatan,” pesanya.

Bupati ingin capaian WTP ini menjadi pilar penting untuk dievaluasi, pilar penting untuk kita lakukan peningkatan. Jangan sampai terjebak di lubang yang sama. Artinya kalau ke depan dilakukan uji petik lagi terhadap OPD terkait yang temuan sama seperti tahun ini, maka menandakan tidak ada perubahan.

Oleh sebab itu Inspektorat sebagai pengawas harus menyiapkan diri menjadi katalisator, fasilitator untuk menyampaikan kepada teman OPD, terkait dengan peringatan dini, kalau ada sesuatu, ada persoalan, Inspektorat harus tau.

“Setelah dilakukan peringatan dini terdapat temuan, maka harapanya segera bisa dilakukan perbaikan dan dilakukan perubahan terhadap hal-hal yang berpotensi kemungkinan adanya terjadi penyimpangan. Tentu deteksi dini pengawasan tersebut harus dilakukan secara intensif,” pungkasnya. (Art)

BERITA REKOMENDASI