Dewan Pendidikan Desak Pemda Perhatikan Guru WB

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung mendesak pada pemerintah kabupaten setempat memberikan perhatian pada guru wiyata bakti (WB), sebab peran mereka cukup tinggi dalam memenuhi kekurangan guru di dareah itu.

"Jumlah guru WB lebih banyak dari guru PNS. Ini menunjukkan peran yang luar biasa, sehingga mau tidak mau pemerintah harus memberikan peratian khusus pada mereka, " kata Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung, Zaenal Faizin kepada KRjogja.com, Jumat (25/11/2016).

Dia mengatakan berdasarkan hasil survei tahun 2015, guru WB di sekolah negeri di Kabupaten Temanggung, khususnya di tingkat SD baik guru kelas maupun guru agama mencapai 52 persen atau jumlah guru PNS mencapai 48 persen.

Dia menyampaikan pendapatan guru WB masih dibawah upah minimum kabupaten (UMK) yang berada di Rp 1,4 juta, sebab honor mereka ini sekitar Rp 300 ribu perbulan. Sebab honor mereka dari maksimal 15 persen dari dana BOS. Rata-rata sekolah bisa membayar honor setiap guru WB antara Rp150 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan.

Honor yang didapat itu, menurutnya, tidak sebanding dengan tanggung jawab yang diemban, sebab tanggung jawab mereka itu sama dengan guru dengan status pegawai negeri. Dikatakan dalam konteks tersebut, selama ini Pemkab Temanggung sudah memberikan honor daerah, namun sebaiknya kalau luasan guru WB yang mendapatkan honor tersebut diperlebar atau kalau bisa semua guru WB mendapatkannya dan sedapat mungkin dinaikkan nominalnya.

Pada Hari Guru ini, diharapkan para guru dapat menilai dirinya sendiri, apakah sudah benar-benar menjadi pendidik atau hanya sekadar tukang mengajar. Maksudnya, berkaitan dengan pendidikan, guru adalah yang membentuk sosok manusia, maka guru jangan sekadar membaca teks dan siswa disuruh menulis, atau yang hanya mengejar target yang penting materi sudah disampaikan.

"Sedapat mungkin guru itu orientasinya membentuk sosok manusia yang memiliki karakter, kepribadian dan sikap hidup yang benar," katanya sembari mengatakan peran utama guru itu sebagai pendidik. Mendapat gaji banyak atau tidak, harus memaknai profesinya sebagai guru untuk membentuk watak bangsa dan membebaskan dari kebodohan. (Osy)

BERITA REKOMENDASI