Diduga Korupsi, Kades Tridadi Loano Ditahan

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Satreskrim Polres Purworejo berhasil mengungkap dugaan tidak pidana korupsi yang terjadi di Desa Tridadi Kecamatan Loano. Dalam perkara itu, polisi menetapkan Kepala Desa (Kades) Tridadi berinisal As sebagai tersangka. Perbuatannya merugikan keuangan negara senilai Rp 607,7 juta.

Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Agung Budi Yuwono mengatakan, terungkapnya kasus itu bermula dari adanya laporan masyarakat. “Kami mendalami laporan dan menemukan ada dugaan kejanggalan dalam pengelolaan keuangan desa, pada tahun anggaran 2017, 2018, dan 2019,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Senin (14/06/2021).

Menurutnya, pengelolaan keuangan desa seharusnya dilaksanakan Kepala Urusan (Kaur Keuangan) Desa Tridadi. Tetapi, setelah ditransfer pemerintah, dana diambil dari Rekening Kas Desa Tridadi, lalu dikelola langsung oleh tersangka. Selain itu, pekerjaan fisik di desa yang seharusnya di kerjakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK), justru dikerjakan oleh orang dekat tersangka.

Realisasi kegiatan fisik maupun nonfisik, katanya, tidak sesuai dengan jumlah alokasi yang tercantum dalam APBDes dan diterima di Rekening Kas Desa. “Dana diduga telah dipotong,” ucapnya.

Akibatnya, laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan baik fisik dan non fisik di Desa Tridadi Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo tidak sesuai dengan realisasi yang sebenarnya. “Tersangka diduga telah menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan selaku Kepala Desa Tridadi melakukan penyimpangan dalam Pengelolaan Keuangan Desa Tridadi Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2017, 2018 dan 2019,” terangnya.

Penyidikan menyita barang bukti berupa buku rekening atas nama Kas Desa Tridadi, dokumen berupa Perdes APBDes 2017-2019, berkas pencairan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa, Lpj APBDes 2017-2019, SK Bupati tentang pengangkatan As sebagai Kades Tridadi, serta sembilan bidang tanah.

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 2 ayat (1) Subs pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Berkasnya sudah lengkap dan kami limpahkan ke Kejari Purworejo untuk tahap selanjutnya, tersangka juga tetap dilakukan penahanan,” tandanya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI