Diduga Sarang Narkoba, Rutan Temanggung Digeledah

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – BNNK dan Polres Temanggung menggelar operasi gabungan menggeledah rutan kelas II B setempat untuk memastikan terbebas dari peredaran gelap narkotika, Jumat (20/12/2019).

Pada Operasi yang melibatkan Polsus rutan tersebut, semua penghuni yang berjumlah 166 orang digeledah. Demikian juga dengan ruangan tempat mereka berada. Secara teliti dan cermat diperiksa, dibuka untuk memastikan tidak dijadikan menyembunyikan barang haram. Penggeledahan juga untuk menemukan barang yang tidak diperkenankan masuk rutan, seperti benda tajam dan berbahaya.

Kasat Narkoba Polres Temanggung AKP Sri Haryono mengatakan  operasi untuk memastikan rutan bersih dari narkotika dan pemberantasan peredaran gelap narkotika. "Kami libatkan 102 personel, Operasi ini permintaan dari pihak rutan," katanya.

Dia mengemukakan setelah sekitar 3 jam lakukan razia, disimpulkan bersih. Tidak ditemukan benda berbahaya dan dilarang termasuk narkotika dan senjata tajam. "Ada 166 napi. Kami periksa diri mereka dan juga tempat tidur. Semua bersih," katanya.

Kepala BNNK Temanggung AKBP Renny Puspita mengatakan hasil pemeriksaan urine pada warga binaan kasus narkotika, semua negatif. Membuktikan tidak ada narkotika dikonsumsi atau masuk ke rutan.

"Kami ambil 17 sampel, semua negatif," katanya.

Disampaikan razia yang dilakukan penting untuk mendeteksi dini agar tidak sebagai tempat paling nyaman dan aman untuk memakai dan menyalahhgunaan narkotika. Sejauh ini juga tidak ada kasus pengendalian narkoba dari dalam rutan Temanggung.  

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Temanggung, Maksum SH mengatakan razia sebagai instruksi dari Kementerian Hukum dan HAM yakni untuk melakukan langkah-langlah progresif untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba rutan.

Sedari dini, katanya, pihaknya sudah lakukan pemeriksaan pada pengunjung dan barang bawaanya untuk mencegah masuknya narkotika.  "Jika perlu pemerirksaan menyeluruh, kami ada ruanganya," katanya, semnari menambahkan khusus warga binaan kasus narkotika dibatasi padda keluarga sedarah atau yang masuk dalam KK.

Dikatakan pemeriksaan pada pengunjung dan napi sudah setiap hari. Sedangkan operasi gabungan telah terjadwal secara berkala dan pihaknya sudah ada kerjasama. "Kami tinggal lakukan razia gabungan sesuai jaddwal," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI