Diduga Tilep DD Rp 1,8 miliar, Mantan Kades Dilaporkan

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Diduga melakukan penyelewengan dengan menilep dana desa (DD) sebesar sekitar Rp 1,8 miliar, Smr seorang mantan Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo dilaporkan warganya.

“Penyelewengan dana sebesar itu dalam tiga termin (tahun) hingga tahun 2017,” kata Harsono, tokoh Desa Wero Kecamatan Ngombol dalam pertemuan warga, Minggu (25/3).

Namun dalam pertemuan warga itu terduga Smr tidak bersedia hadir, bahkan berkali-kali diundang juga tidak pernah mau hadir.

“Perpisahan dalam pergantian jabatan Kades pada Desember lalu saja tidak mau hadir,” tambahnya.

Menurut Harsono, warga menduga Smr yang masa jabatannya berakhir Desember 2017 telah melakukan berbagai penyimpangan yang merugikan warga dan desanya. “DD selama tiga tahun juga tidak jelas penggunaannya,” tambahnya.

Informasi yang diterima warga, DD selama tiga tahun sebesar itu hanya digunakan untuk membangun cor blok jalan desa dan sekarang sudah hancur. Disamping itu juga talud desa, yang konon menggunakan DD. “Tapi jika melihat fisik bangunan, kedua proyek itu, nilainya tidak mencapai Rp 1,8 miliar,” tambah Harsono.

Sugeng Pamuji, tokoh masyarakat lain yang juga mantan Kades Woro sebelum Smr, menyesalkan banyaknya penyelewengan dana untuk kegiatan desa. Termasuk pembongkaran bangunan SD inpres di desanya, yang materialnya juga lenyap. “SD Inpres itu karena muridnya sedikit, lalu digabung dengan SD lainnya, namun bangunan dan material SD inpres itu juga lenyap, warga tidak tahu apalagi dilibatkan,” jelasnya.

Atas dasar itu warga melaporkan Smr ke Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Agung, serta konsultasi ke KPK di Jakarta. “Di KPK kami sifatnya konsultasi,” tambahnya. (Nar)

 

BERITA REKOMENDASI