Difabel Siap Beri Kontribusi Penanganan Bencana

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Komunitas penyandang disabilitas di Kabupaten Purworejo menyatakan siap memberikan kontribusi dalam penanganan bencana. Mereka bertekad mengubah diri menjadi subjek dan ikut ambil bagian menanggulangi mulai pra hingga pascabencana. 

Ketua Ikatan Disabiltas Purworejo (IDP) Simponiarto mengatakan, selama ini penyandang disabilitas dianggap kaum rentan dan ditempatkan sebagai objek ketika bencana melanda. "Diakui memang sebagian penyandang disabilitas tidak bisa apa-apa, mereka sangat tergantung orang di sekitar. Namun ada lainnya yang aktif dan punya kemampuan," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Rabu (19/12/2018). 

Menurutnya, anggapan tersebut menyebabkan belum maksimalnya pelibatan kaum disabilitas. Menyikapi hal tersebut, lanjutnya, komunitas menjalin komunikasi dengan berbagai pihak yang berwenang dalam penanggulangan bencana. 

Meski memiliki keterbatasan fisik, katanya, penyandang disabilitas mampu melakukan beberapa peran diantaranya distribusi logistik bencana, jalur komunikasi dan sosialisasi. "Kami bisa menerobos lokasi yang susah ditembus mobil, kami punya motor modifikasi roda tiga. Selain itu dapat menjalankan tugas sosialisasi dan komunikasi informasi bencana kepada masyarakat," terangnya. 

Simponiarto mengaku punya pengalaman dalam membantu bencana banjir tahun 2013. Beberapa komunitas disabilitas dari luar Purworejo mengontak IDP dan menyatakan akan menyerahkan bantuan. "Kami bentuk tim untuk survey dan distribusi, sebanyak 65 paket berhasil disalurkan. Motor kami mampu menerobos genangan yang tidak terlalu dalam dan masuk gang-gang sempit," ucapnya. 

IDP juga bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo dalam rangkaian sosialisasi. "Petugas BPBD memberi sosialisasi kepada agar difabel siap, tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana," katanya. 

Terpisah, Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Purworejo Edi Purwanto mengemukakan, penanganan bencana dilakukan oleh tiga pilar, yakni pemerintah, masyarakat dan pihak swasta. Penyandang disabilitas, lanjutnya, adalah bagian dari masyarakat sehingga punya tanggung jawab yang sama dalam penanggulangan bencana. 

Menurutnya, peran disabilitas tetap dibutuhkan untuk mendukung pemerintah. "Mereka bisa jadi ujung tombak dalam sosialisasi bencana terutama di lingkungan tempat tinggalnya. Selain itu kami akan jadikan penyandang disabilitas sebagai mitra dan akan dilibatkan misalnya saat simulasi bencana," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI