Digelar Terbatas, Tari Beksan Pengetan Jumenengan Tjokronegoro I Tetap Memukau

Editor: KRjogja/Gus

Sementara Beksan Cakra Tunggal karya seniman Wibi Supri Andoko menceritakan tentang semangat keprajuritan yang selalu siap berjuang menjalankan tugas dan amanah dalam keadaan apapun. Beksan itu juga menggambarkan karya monumental yang diprakarsai RAA Tjokronehoro I yakni pembangunan pendopo kabupaten, Alun-alun Purworejo, Beduk Pendowo, dan saluran irigasi Kedung Putri. “Jadi dua tarian Beksan itu adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Beksan Kidung Cakra mewakili kepribadian luhur, sedangkan Cakra Tunggal mengejawantahkan keluhuran itu sehingga menghasikan karya yang agung,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM mengemukakan, Pengetan Jumenengan merupakan atraksi budaya yang ditujukan mengenang perjuangan Bupati RAA Tjokronegoro I dalam meletakan fondasi pembangunan di Purworejo. “Hingga hasilnya dapat kita rasakan hingga saat ini,” ucapnya.

Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk meneruskan perjuangan pembangunan para pendahulu, demi membawa Purworejo lebih maju di masa yang akan datang. “Meski sudah banyak hasil yang dirasakan, namun ke depan perlu ditingkatkan lagi. Demi mewujudkan Purworejo berdaya saing tahun 2025,” tandasnya.(Jas)

 

BERITA REKOMENDASI