Diguyur Abu Merapi, Tanaman Rusak Sebelum Dipanen

Editor: Agus Sigit

MAGELANG, KRJogja.com – Sebelum diguyur hujan sejak terkena hujan abu vulkanik dari Gunung Merapi, Minggu (8/8/2021) lalu, kondisi beberapa jenis tanaman yang ada di kawasan lereng Gunung Merapi terkena dampak. Terlebih tanaman tersebut kembali diguyur hujan abu pada Selasa (10/8/2021).

Salah satu warga Dusun Babadan 1 Desa Paten Kecamatan Dukun Maryati mengatakan tanaman tembakaunya rencana akan dipetik, namun sudah keduluan terkena guyuran hujan abu Merapi. Hingga Selasa di wilayahnya belum turun hujan air, bahkan hujan abu dari Gunung Merapi kembali terjadi. Dampaknya, tanaman tembakau menjadi rusak.

Guyuran hujan abu juga menyebabkan harga beberapa produk tanaman sayuran yang terkena guyuran menurun. Ini seperti yang dikatakan salah satu warga di wilayah Desa Krinjing Kecamatan Dukun Magelang, bahwa harga produk tanaman bunga kol miliknya juga berdampak. Kalau sebelum terjadi hujan abu harganya bisa mencapai Rp 10 ribu/kilogram, dan turun harganya jauh lebih rendah setelah terkena hujan abu.

Petugas pengamat Gunung Merapi di Pos Babadan Magelang Yulianto kepada KRJogja.com di Pos Babadan mengatakan hujan abu kembali terjadi, Selasa (10/8/2021). Di sekitar Pos Babadan hujan abu berlangsung sekitar 20 menit dan tipis. Berdasar informasi yang diperoleh, tebaran hujan abu juga terjadi di kawasan lereng Gunung Merapi sisi barat, barat laut dan utara.

Ini seperti sebagian wilayah Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, sebagian wilayah Desa Sengi Kecamatan Dukun, sebagian wilayah Kecamatan Sawangan, sebagian wilayah Kecamatan Pakis dan sebagian wilayah Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Sedang di sisi timur, sampai sebagian wilayah Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali.

Dibenarkan, Selasa pagi hingga siang kemarin Gunung Merapi tidak dapat dilihat secara visual dari Pos Babadan lantaran tertutup kabul. Meskipun demikian suara gemuruh aktivitas Gunung Merapi sempat terdengar beberapa kali dan bervariasi.

BERITA REKOMENDASI