Diksar Integrasi Kemitraan Akademi TNI dan Akpol 2019 Dibuka

MAGELANG, KRJOGJA.com – Komandan Jenderal Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia SSos MM membuka Pendidikan Dasar Integrasi Kemitraan Akademi TNI dan Akpol Tahun 2019 di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer (Akmil) Magelang, Selasa (6/8/2019). Di forum ini Danjen Akademi TNI juga menyematkan tanda pangkat pada pakaian dua orang perwakilan peserta pendidikan dasar.

"Pendidikan ini dinilai sangat bermanfaat karena kedepan tugas negara TNI dan Polri harus selalu bersama-sama, saling berkoordinasi dan berintegrasi. Ini diawali dari mereka para calon pemimpin di TNI dan Polri, mereka harus saling mengenal. Ini jauh lebih bermanfaat, historinya ini akan sangat kuat," ujar Danjen Akademi TNI kepada KRJOGJA.com. 

Danjen Akademi TNI juga membenarkan diantara Capratar yang mengikuti pendidikan ini ada yang ayahnya warga Perancis dan ibunya warga Sumatera Utara. Sejak ayahnya meninggal dunia, anak tersebut dibawa kembali ibunya ke Indonesia, sempat masuk di pondok pesantren.  

Danjen Akademi TNI menilai positif, ngajinya hebat, agamanya bagus dan menguasai 4 bahasa (Bahasa Inggris, Perancis, Arab dan Itali). Dikatakan, ada standar yang harus dipenuhi untuk bisa diterima menjadi taruna. Kalau standarnya tidak terpenuhi, tidak akan diterima. 

Dikatakan, Tahun 2019 ini merupakan tahun kelima dilaksanakannya pendidikan dasar integrasi kemitraan Akademi TNI dan Akpol dalam satu wadah yang sama untuk terwujudnya sinergitas TNI dan Polri serta semangat integrasi pengabdian pada profesi masing-masing.

Akademi TNI dan Akpol sebagai lembaga pendidikan yang mendidik dan melatih calon Perwira TNI dan Polri, menyelenggarakan pendidikan integrasi kemitraan Akademi TNI dan Akpol yang bertujuan untuk membentuk Calon Prajurit Taruna (Capratar) Akademi TNI yang berjiwa Sapta Marga, memegang teguh Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI, serta membentuk Calon Bhintara Taruna (Cabhatar) Akpol yang menjiwai Tribrata dan Catur Prasetya. 

Lembaga ini secara bersama-sama membangun semangat integrasi, memiliki pengetahuan dan ketrampilan profesi keprajuritan dan Bhayangkara yang berkualitas dan berkualifikasi akademis, mengetahui ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki kesamaptaan jasmani untuk dapat mengikuti pendidikan selanjutnya di Akademi Angkatan dan Akpol. Pendidikan dasar integrasi kemitraan Akademi TNI dan Akpol Tahun 2019 di laksanakan selama 3 bulan, dan diikuti 596 orang Capratar Akademi TNI, yang terdiri dari 364 Catar Akmil, 115 Catar AAL, dan 117 Catar AAU serta 264 orang Cabhatar Akpol.(Tha)

BERITA REKOMENDASI