Dinkes Gencarkan PSN, DBD Serang Lima Warga Purworejo

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang lima warga Kabupaten Purworejo sepanjang tahun 2019. Dinas Kesehatan (DInkes) Purworejo mengajak masyarakat untuk gencar melaksanakan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Sementara jumlah warga yang terkena Demam Dengue (DD) terdata 64 pasien sepanjang Januari. "DD memiliki gejala yang mirip DBD, maka dokter pasti akan mencurigainya dan memastikan apakah DBD atau DD secara tepat lewat pengecekan laboratorium," ungkap Kasi Pengendalian Penyakit Dinkes Purworejo Triyo Dermaji, mewakili Kadinkes dr Sudarmi MM, kepada KRJOGJA.com, Senin (20/1).

Warga terserang DBD berasal dari Kecamatan Purworejo, Grabag, Bagelen, Kutoarjo dan Pituruh. Sementara untuk Demam Dengue, paling banyak berasal dari Kecamatan Kemiri, Kutoarjo dan Purworejo.

Ditambahkan, DBD kini tidak hanya menyerang warga yang tinggal di kawasan perkotaan. Masyarakat di perdesaan yang jauh dari lingkungan kumuh, lanjutnya, pun banyak yang terserang. "Untuk itu, kami ingatkan masyarakat untuk waspada, perhatikan kebersihan lingkungan, singkirkan benda-benda yang berpotensi menjadi tempat pembiakan nyamut aedes aigepty," terangnya.
 
Menurutnya, penanganan kasus dilakukan dengan melaksanakan penyelidikan epidemologi di lingkungan tempat tinggal pasien. Dinkes akan menyarankan warga melakukan kerja bakti memberantas sarang nyamuk. Sepanjang Januari 2020, dinkes baru melaksanakan satu kali pengasapan di wilayah Kecamatan Kemiri. "Itu juga karena permintaan warga," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Purworejo dr Sudarmi MM mengemukakan, masyarakat saat ini sudah mulai meninggalkan pengasapan sebagai cara antisipasi DBD. Mereka mulai menganggap fogging menyisakan residu yang bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan. "Tentu ini menggembirakan, karena pencegahan paling efektif adalah kegiatan PSN," tegasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI