Dinkes Temanggung Rajin Sosialisasi Pengobatan Alternatif

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung intensifkan sosialisasi pengobatan alternatif dengan penggunaan tanaman herbal yang banyak terdapat di lingkungan tempat tinggal.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung dr Taryumi MKes mengatakan sosialisasi pengobatan alternatif sekaligus untuk penciptaan kemandirian warga dalam pengobatan sehingga tidak tergantung pengobatan konvensional di layanan kesehatan yang masih mengandalkan obat kimia.

“Apalagi dimasa pandemi Covid-19, yang harus mengurangi kontak dengan banyak orang. Jika sakit bisa diobati sendiri dengan tanaman herbal di sekeliling rumah, maka tidak perlu ke puskesmas, rumah sakit atau klinik, yang disitu berkumpul banyak orang,” kata dr Taryumi MKes, pada launcing pengobatan klinik pengobatan tradisional di Puskesmas Pare, Kamis (27/05/2021)

Taryumi mengatakan di Temanggung telah ada 6 puskesmas yang melayani pengobatan tradisional, yakni Puskesmas Pare, Bulu, Ngadirejo, Ngadirejo, Temangggung, dan Parakan. Di puskesmas tersebut, pengobatan pasien mungkin akan dipadu antara konvensional dengan pengobatan tradisional.

“Klinik juga menerima konseling seperti pembuatan ramuan sederhana untuk sakit tertentu. Tanaman obat di lingkungan sangat banyak yang bisa dimanfaatkan,” kata dia.

Dikatakan masyarakat dapat menanam tanaman obat di pekarangan, yang kedepan bisa diproduksi dan dijual. Ini justru akan memperoleh pendapatan sehingga tidak hanya sehat jiwa raga tetapi juga sehat kantongnya. ” Penjualan ramuan tradisional bisa untuk tambahan penghasilan keluarga,” kata dia.

Staf ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, SDM, Pendidikan dan Kebudayaan, Tri Raharjo mengatakan sebenarnya pengobatan tradisional sudah ada di masyarakat, hanya saja mungkin tidak terkoordinir sehingga puskesmas sebenarnya hanya menfasilitasi saja. “Adanya klinik agar ada jujugan yang mudah bagi masyarakat untuk konseling pengobatan tradisional,” kata dia.

Dikatakan sosialisasi pengobatan tradisional yang benar digalakkan pemerintah sebab tanaman ini sangat mudah didapat dilingkungan. hanya saja masyarakat tidak banyak yang tahu manfaat dan kegunaanya. “Dimasa pandemi Cobid-19 ini masyarakat bisa sehat dengan pengobatan sendiri, namun butuh informasi dan edukasi yang benar,” kata dia.

Seorang pasien Fatimah mengatakan sangat bersukur di puskesmas Pare kini ada klinik pengobatan tradisional, yang bisa konsultasi kesehatan tentang pengobatan. “Saya konsultasi pengobatan dan pemijatan, ini sangat membantu. Pengobatan mudah dan teknik pemijatan sederhana sangat membantu sekali,” kata dia. (Osy)

BERITA REKOMENDASI