Dinparbud Purworejo Gelar Lomba Menulis Folklor

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo menggelar lomba menulis folklor untuk pelajar SMP dan SMA di wilayahnya. Para peserta diperbolehkan menggali cerita rakyat berupa legenda, dongeng, pepatah, lelucon, bahkan takhayul yang ada dalam tradisi yang berkembang di masyarakat sekitar tempat tinggal mereka.

Kepala Dinparbud Purworejo Agung Wibowo mengatakan, lomba tersebut merupakan upaya pemkab menggali berbagai cerita turun temurun asli dari suatu daerah. “Purworejo ada 494 desa dan kelurahan, bisa jadi pasti masing-masing punya cerita sendiri, bagaimana desa dibentuk atau siapa tokohnya. Hasil penggalian informasi itu bisa dirangkum menjadi sebuah cerita yang menarik,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Jumat (20/11/2020).

Menurutnya, cerita yang ditulis bukan hanya cerita-cerita yang besar dan sudah dikenal. Ada banyak cerita besar yang berkembang, seperti soal berdirinya Kadipaten Kutoarjo, Kadipaten Loano, Nyi Bagelen, berdirinya Purworejo, atau legenda yang berkembang saat terjadinya Perang Jawa.

Dinas, lanjutnya, berharap peserta mampu menggali aneka cerita orisinil yang berkembang di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka. “Semakin kaya cerita tentang Purworejo, semaki banyak pula literasi yang dapat dipelajari. Bahkan jika ceritanya memang bagus dan spektakuler, kelak bisa diseminarkan,” tegasnya.

Selain menulis folklor, dinas juga menyelenggarakan lomba membuat video blog (vlog) bertema Ayo Ke Museum Tosan Aji. Peserta diperbolehkan mengambil konten video dengan objek museum tersebut. Setiap tim hanya boleh mengirimkan satu karya dengan durasi delapan hingga sepuluh menit.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Alun-alun Purworejo Agus Prediat menambahkan, materi lomba dikumpulkan pada tanggal 15 – 26 November 2020, dan pemenangnya diumumkan 4 Desember 2020. “Lomba memperebutkan hadiah total Rp 24 juta untuk kategori vlog dan folklor,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI