DIPA 2018 untuk Magelang dan Temanggung Diserahkan

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Daftar Isian Penyelenggaraan Anggaran (DIPA) tahun 2018 bagi wilayah Kabupaten dan Kota Magelang serta Kabupaten Temanggung diserahkan di forum pertemuan yang dilaksanakan di Hotel Atria Kota Magelang, Rabu (20/12/2017).

Didampingi Kepala KPPN Magelang Imam Subagyo, Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT secara simbolis menyerahkan DIPA kepada beberapa perwakilan.

DIPA yang diserahkan berjumlah 89 DIPA dengan total pagu Rp 1,8 trilyun, yang meliputi wilayah Kota dan Kabupaten Magelang serta Kabupaten Temanggung. Imam Subagyo diantaranya mengatakan dalam data aplikasi Online Monitoring SPAN (OMSPAN) untuk wilayah pembayaran KPPN Magelang, realisasi belanja pemerintah pusat hingga 18 Desember 2017 sebesar Rp 2,18 trilyun dari total pagu Rp 2,56 trilyun atau sekitar 85,10 persen, dengan perincian realisasi belanja barang Rp 534,9 milyar atau sekitar 75,55 milyar dari pagu belanja barang, dan belanja modal Rp 44,44 milyar atau sekitar 54,63 persen dari pagu belanja modal.

Lebih lanjut dikatakan Imam Subagyo, bahwa data penerimaan negara hingga 18 Desember 2017 sebesar Rp 1,45 trilyun, yang terdiri dari penerimaan perpajakan Rp 1,19 trilyun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 266,85 milyar. Penyerapan belanja Kementerian atau Lembaga hingga saat ini menunjukkan peningkatan dibanding realisasi tahun 2016 pada periode yang sama, baik secara nominasi nominal maupun dalam persentasenya.

Hal ini menunjukkan pelaksanaan anggaran Kementerian atau Lembaga di tahun 2017 berjalan lebih baik. Perkembangan ini sebagai dampak terlaksananya penetapan DIPA lebih awal, pelaksanaan lelang lebih awal, serta perencanaan anggaran yang lebih matang.

Berdasar evaluasi pelaksanaan APBN tahun 2017, lanjutnya, pemerintah akan terus melakukan perbaikan dari sisi perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan anggaran. Harmonisasi perencanaan dan penganggaran yang telah dilakukan akan memperkuat dan lebih mematangkan penyusunan program-program pembangunan yang lebih terintegrasi antar Kementerian atau Lembaga serta antar pusat dan daerah.

Upaya tersebut akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas belanja negara agar mampu menjadi instrumen yang kokoh bagi perbaikan pemerataan pembangunan dan pengurangan kesenjangan masyarakat. Sementara itu, Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT di forum ini mengajak seluruh pemerintah daerah untuk semakin cerdas mengelola anggaran.

"Dari tahun ke tahun serapan anggaran di akhir tahun baru 50 persen, ini termasuk rendah. Padahal bulan Desember ini adalah tahapan akhir perencanaan yang sudah disusun," katanya.

Selain itu, program kerja juga harus ditata dengan baik, sehingga begitu anggaran ditetapkan, bisa diserap 80-90 persen. Walikota Magelang juga mengatakan hal-hal semacam ini jangan dipikir sendiri oleh kuasa pengguna anggaran.

“Kan ada staf di bawahnya. Kalau ada pekerjaan tidak selesai kemudian anggaran dititipkan oleh kuasa pengguna, jelas menyalahi aturan. Maka dari itu progres harus disiapkan sejak awal tahun,” katanya. (Tha)

BERITA REKOMENDASI