Direktur Baru Akatirta Target Raih Akreditasi A

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Direktur Akademi Teknik Tirta Wiyata (Akatirta) Magelang diserahterimakan dari Awaludin Setya Aji (2015-2019) kepada Suparto Edy Sucahyo untuk periode 2019-2023. Direktur baru mentargetkan Akatirta dapat meraih akreditasi A di akhir tahun 2019. Selain itu juga akan mengembangkan program studi, pemetaan alumni, mengembangkan sertifikasi profesi dan pengendalian mutu, mengembangkan komunikasi dan kerjasama dengan stakholder agar lebih dikenal lagi di insan-insan air minum di Indonesia.

"Kami juga akan memperjelas program-program di P3M, memajukan perpustakaan, meningkatkan hasil penelitian dari dosen-dosen agar lebih terstruktur, mengembangkan kegiatan-kegiatan akademi dan kemahasiswaan, sistem administrasi dan keuangan agar lebih transparan dan akuntabel. Terus terang, untuk meneruskan apa yang sudah dilakukan jajaran direksi lama, sebenarnya sangat berat. Namun saya optimis dibantu jajaran direksi, sivitas akademika, bimbingan yayasan dan lain, serta budaya yang sudah dilakukan selama ini, akan mampu merealisasikan target-target tersebut," kata Suparto disela-sela pelantikan, Senin (19/08/2019).

Sebelumnya, Awaludin Setya Aji mengakui, jika diawal-awal pihaknya menjadi direktur sangat berat. Dengan hanya memiliki sekitar 40 mahasiswa dan uang hanya sekitar jutaan rupiah. Namun sekarang telah memiliki 340 mahasiswa dan miliki asset yang lumayan banyak.

"Kami saat ini sudah kerjasama dengan 311 PDAM se Indonesia, bahkan saat masih semester 5, sudah ada yang pesan mahasiswa untuk menjadi pegawai PDAM disejumlah daerah. Belakangan alumni kami juga direkrut di USAID. Kami harap jajaran direksi yang baru akan dapat meneruskan dan nenyempurnakan apa yang sudah kami dapatkan itu," lanjutnya.

Selama ini pihaknya juga telah berhasil menerapkan lima budaya. Yakni, budaya disiplin waktu, silaturahmi, memuliakan tamu, menjaga kualitas, budaya tegas dan komit. "Bagi direksi yang baru kami harapkan selalu membuat inovasi-inovasi baru dan meneruskan serta meningkatkan apa yang telah kami raih. Terakhir, kami telah bekerjasama dengan beberapa bupati di Papua dan daerah-daerah perbatasan. Diantaranya Kabupaten Sika, Belu dan lainnya," harapnya.

Sementara Ketua Yayasan Akatirta, drs HM Haryadi Priyo Utomo mengapresiasi apa yang sudah dilakukan jajaran lama karena terbukti berhasil melakukan revolusi sehingga mampu mengembangkan Akatirta menjadi sedemikian besar. "Dulu diawal-awal direksi hanya memiliki sekitar 40 mahasiswa, sekarang sudah hampir 400 mahasiswa. Pak edy bukan orang baru, karena sudah lama juga jadi pengajar di akatirta. Kami yakin, bisa meneruskan dan meningkatkan apa yang sudah diraih selama ini. Kami hanya pesan tiga hal. Pertama terus bangun mutu Akatirta, jauhkan akatirta dari sarang-sarang anti intelektualisme dan menelihara jaringan," pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI