Dirjen Cipta Karya Tinjau Sejumlah Proyek

MAGELANG, KRJOGJA.com – Warga Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, kini telah menikmati manfaat pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas)  yang dibangun Kementerian PUPR. Sebelumnya, warga lereng Gunung Andong itu, mengambil air dengan berjalan kaki menempuh jarak hingga 1 km.

“Sudah dua bulan ini kami menikmati air bersih, dan mengalir di setiap rumah warga. Padahal sebelum ada Pamsimas, kami mengambil air cukup jauh dari sumber mata air. Sudah dua kali ini, kami membayar retribusi sebesar Rp 3.000 – Rp 7.000 per bulan, tergantung besarnya pemakaian air,” kata Ismiatun (45) warga Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Kamis (20/12/2018).

Sebelumnya, Direktur Jendral Cipta Karya Kementerian PUPR, DR Ir Danis Hidayat Sumadilaga M.Eng. Sc bersama anggota DPR RI Ir Sudjadi dan Penjabat Sekda Magelang, Drs H  Adi Waryanto yang mewakili Bupati Magelang, saat meninjau pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Magelang, Rabu (19/12/2018). Pembangunan untuk warga pedesaan itu,  menggunakan dana dari tahun 2015 hingga 2018, mencapai  Rp 96.923.503.000.

Pembangunan yang ditinjau, meliputi Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP), Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP), Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL), dan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang tersebar di wilayah Kabupaten Magelang.

Menurut Danis, tujuan pembangunan untuk masyarakat pedesaan ini, adalah pemerataan dan manfaat dari program pemerintah tersebut. “Yang terpenting, adalah manfaat bagi masyarakat, dan kami sudah menyaksikan secara langsung pembangunan infrastruktur bagi warga pedesaan,” tambahnya.

Anggota DPR RI, Ir Sudjadi menambahkan, setelah air bersih mengalir ke rumah warga, maka pengelolaannya harus dilakukan oleh desa,  terutama pemeliharaannya, sehingga air bersih yang sudah mengalir tersebut  tetap bisa dinikmati oleh warga. Begitu juga dengan  retribusi  dari warga untuk dikelola dengan manajemen yang baik, supaya uang bisa dimanfaatkan untuk pemeliharaan.

“Retribusi hendaknya dikelola oleh Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) supaya uang yang terkumpul, bisa untuk biaya perawatan. Ini penting, agar kelangsungan air bersih tetap terjaga, begitu juga warga harus sadar untuk membayar retribusinya,” pintanya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI