Dirjen Kebudayaan Lakukan Penyemprotan Perdana Minyak Atsiri

Editor: KRjogja/Gus

Indonesia memiliki banyak candi, yang juga memiliki problem serupa di Candi Borobudur, dan tidak menutup kemungkinan akan memerlukan teknologi ini juga. Tim dari BKB juga sudah memproses untuk mendapatkan Hak Paten, serta demi bangsa dan negara mereka menyerahkan haknya kepada negara untuk mengelolanya. Teknologi ini nantinya juga akan dipergunakan langsung yang berada di bawah Kemendikbud. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan bagi situs-situs yang berada di bawah penguasaan pemerintah daerah untuk menggunakan hal ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan hasil tim BKB ini nantinya juga akan menjadi inovasi yang dapat diekspor. Dari Borobudur lahir begitu banyak inovasi, dari lokal untuk internasional.

Pamong Budaya Ahli Madya BKB Nahar Cahyandaru SSi MA kepada wartawan membenarkan dahulu menggunakan bahan kimia untuk membersihkan lumut dan jamur. Dengan perkembangan teknologi, diperoleh teguran dari UNESCO bahwa penggunaan bahan seperti itu harus dihentikan karena tidak ramah lingkungan dan dikhawatirkan akan berbahaya untuk jangka panjang, mengingat sifatnya agak asam.

Sudah beberapa tahun dihentikan penggunaan zat kimia, dan proses pembersihannya di masa peralihan antara penggunaan bahan kimia dengan sekarang ini dilakukan secara manual. Sekarang pembersihannya menggunakan minyak atsiri serai wangi ini. Setelah disemprot dengan minyak atsiri ini, kemudian bagian yang disemprot ditutup menggunakan lembaran plastik sekitar 2 hari, sebelum dilakukan proses pembersihan. (Tha)

 

BERITA REKOMENDASI