Dirut Dilantik, Seluruh Karyawan PD Aneka Usaha Dipecat

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Puluhan karyawan hingga tenaga harian lepas (THL) di Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar diberhentikan, seiring dengan penataan menyeluruh internal perusahaan milik Pemkab Karanganyar itu. Hanya pegawai berkompeten dan profesional saja yang direkrut kembali.

Hal itu disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai melantik direktur utama PUD Aneka Usaha, Untung Sriyanto di kantornya, Rabu (31/10/2018) malam. Untung diambil sumpah jabatan di hadapan para pejabat dan stakeholder Kabupaten Karanganyar.

Selama lima tahun ke depan terhitung 1 November 2018, Pemkab menyerahkan tanggung jawab memimpin PUD Aneka Usaha dari sebelumnya dikelola sementara Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Sumarno. Pengisian jabatan dirut merupakan konsekuensi undur diri pejabat sebelumnya, Nurcholis.

Ia meningggalkan berbagai problem, mulai karut marut kepegawaian sampai keuangan acak-acakan. Usai melantik dirut, Bupati Juliyatmono memintanya memberhentikan seluruh karyawan kemudian mereka dipersilakan melamar ulang.

“Apabila masih ingin bekerja di PUD Aneka Usaha, melamar lagi. Seleksinya melalui fit and proper test oleh lembaga indepeden. Diharapkan, kita memperoleh pegawai berkompeten. Kemudian bisa dimengerti apa yang hendaknya dikerjakan,” papar Juliyatmono.

Melalui keputusan Bupati Karanganyar Nomor 539/993 tahun 2018, Untung Sriyanto dilantik menjadi Direktur PUD Aneka Usaha menggantikan Sumarno. Pada perekrutan direktur utama, sebanyak 12 orang melamarnya.

Dari jumlah itu, lima diantaranya lulus. Pada tahap fit and proper test, dua gugur sehingga menyisakan tiga orang. Dari ketiganya, Bupati Juliyatmono memilih Untung Sriyanto.

Bupati menginginkan Untung dapat membawa organisasi PD usaha ke arah yang lebih baik. Meski, perbaikan oleh Plt pejabat sebelumnya sudah lumayan. Sementara, Untung Sriyanto siap melaksanakan perintah bupati.

Mantan Direktur Bank Pasar Klaten tersebut berjanji menata ulang seluruh karyawan. “Saat ini fokus kami adalah perbaikan ke dalam terlebih dahulu,” ungkap Untung.

Sedangkan Sumarno menampik keuangan PUD Aneka Usaha terpuruk. Perusahaan yang berbisnis kunjungan ke kolam renang Intanpari ini mampu menyetor laba Rp 75 juta perbulan. Hanya saja, ia menyadari kondisi internal kepegawaian buruk.

“Semua 32 pegawai, termasuk 20 THL. Semua akan diseleksi ulang. Saya sendiri kurang paham mengapa dulu mereka direkrut. Background pendidikan apa, ditempatkan dimana,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI