Disabilitas Netra Berlatih Selamatkan Diri dari Kebakaran

TEMANGGUNG, KRJOGJA.COM – Penyandang disabilitas netra di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra “Penganthi” Temanggung berlatih dalam penanganan dan penyelamatan diri dari bencana kebakaran, Kamis (5/3/2020).

Penanganan pemadaman menggunakan kain atau karung yang dibasahi air, alat peralatan api ringan dan penyemprotan api dengan air. Pada simulasi tersebut juga diajarkan bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran.

Kasi Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Temanggung Rama Adhitia Cahya mengatakan simulasi ditujukan untuk mengurangi dampak kerugian dan mencegah terjadinya korban pada saat kebakaran. Disabilitas dituntut pula bisa memadamkan api, tetapi ini bagi yang low vision ( melihat sedikit).

“Sedangkan yang tidak melihat total diajarkan bagaimana menyelamatkan diri,” katanya.

Di mengatakan untuk pemadaman api pihakya memperkenalkan peralatan pemadaman. Agar jika terjadi kebakaran bisa tanggap dan lekas memadamkan. Tetapi, tambahnnya mereka tidak diwajibkan untuk melakukan pemadaman api, mereka lebih dituntut menyelamatkan diri dari bencana kebakaran.

“Meskipun apinya masih kecil, para penyandang disabilitas netra sebenarnya tidak diperkenankan memadamkan api, mereka harus segera menyelamatkan diri dan menjauh dari api,” kata Rama.

Dia mengatakan pada pelatihan kali ini penyandang disabilitas netra difokuskan untuk menyelamatkan diri. Dengan cara memahami rambu-rambu atau sirine kebakaran, menanyakan jalur evakuasi dan yang lainnya.

Kepala Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra “Penganthi” Temanggung Purwadi mengatakan simulai pemadaman kebakaran sengaja dilakukan, dengan harapan para penerima manfaat ini bisa mengetahui bagaimana cara yang benar dalam memadamkan api dan bagaimana cara menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.

“Memang baru kali ini kami adakan kegiatan seperti ini, harapan kami para penerima manfaat ini bisa lebih sigap dan menyelamatkan diri saat terjadi bencana kebakaran,” katanya.

Dikatakan dengan segala keterbatasan yang dimiliki penyandang, disabilita netra tetap bisa selalu waspada terhadap bencana kebakaran. “Kedepan kami akan berencana melakukan kegiatan ini secara rutin, agar penerima manfaat semakin memahami dalam penanganan bencana kebakaran,” harapnya.

Sedangkan Ahmad salah satu penyandang disabilitas mengatakan sosialisasi pemadaman kebakaran sangat membantu, selama ini memang belum pernah ada sosialisasi semacam ini.

“Kami tidak mengharap ada kebakaran, tapi jika ada sebisa mungkin dapat mengatasinya,” katanya. (Osy)

BERITA TERKAIT