Distribusi Air Bersih Sampai Larut Malam

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo mulai kewalahan menangani bencana kekeringan yang mulai melanda puluhan desa. Bahkan pendistribusian di sejumlah desa terpencil terpaksa dilakukan hingga pukul 23.00.

Dua mobil tangki yang dimiliki BPBD hanya mampu menjangkau tiga desa terdampak kekeringan setiap hari. "Memang armada kami terbatas, jadi jangkauan penyaluran juga tidak dapat maksimal," kata Sigit Ahmad Basuki, Kasi Kedaruratan BPBD Purworejo, mewakili Kepala BPBD Drs Boedi Hardjono, kepada KRJOGJA.com, Senin (11/9/2017).

Setiap mobil tangki maksimal mengangkut empat rit air bersih perhari. Rata-rata setiap desa membutuhkan bantuan dua hingga empat rit tergantung kebutuhan. Distribusi semakin lambat apabila lokasi kekeringan berada di perbukitan.

Menurutnya, sudah menjadi kebiasaan apabila distribusi sampai larut malam. Kendati demikian, warga penerima bantuan tetap semangat antre air bersih dari bak penampung sementara.

Sebanyak 50 desa di Purworejo diperkirakan terdampak musim kemarau tahun 2017. Namun baru sekitar 15 desa yang meminta bantuan air bersih.
"Berdasar data tahun lalu, 50 desa minta bantuan, namun sekarang memang belum semua mengajukan. Perkiraan kami permintaan semakin banyak pada akhir September, saat puncak kemarau," terangnya.

BPBD membuat jadwal penyaluran air bersih dan meminta desa terdampak tidak mendadak ketika mengusulkan bantuan. Sigit mengaku akan kesulitan mendistribusikan bantuan apabila ada permintaan mendadak mengingat rapatnya jadwal penyaluran.

Berkurangnya armada karena BPBD Purworejo tidak mendapat pinjaman dua unit tangki Bakorwil Kedu setelah lembaga itu dilebur ke provinsi.

Sementara BPBD juga belum meminjam kepada PDAM karena perusahaan itu juga mengoperasikan tangki untuk keperluan usahanya. "Biasanya bantuan dua tangki bakorwil, tapi sekarang ditarik ke provinsi. Kami mengusulkan untuk pinjam lagi kepada pemprov, namun belum terealisasi," ungkapnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI