Ditangan Prof Andri, Daun Sambiloto Tak Lagi Pahit

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Tanaman Sambiloto sudah lama dikenal memiliki khasiat menyembuhkan aneka jenis penyakit. Bahkan hasil penelitian terbaru menyebut daun tanaman liar itu mampu membantu tubuh melawan infeksi HIV. Namun rasanya yang pahit kerap menghambat masyarakat untuk mengonsumsinya.

Latar belakang itulah yang mendasari Prof Dr Andri Cahyo Kumoro ST MT, ahli bidang teknik kimia Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melakukan penelitian. Penelitian berjudul Supercritical Carbon Dioxide Extraction of Andrographolide from Andrographis Paniculata

yang kemudian menjadi disertasinya meraih gelar doktor di Univesity of Malaya Malaysia. "Saya meneliti bagaimana membuat sebuah formula untuk membuat Sambiloto dikonsumsi tanpa rasa pahit," ujarnya kepada KRJOGJA.com, usai mengisi kelas inspirasi di SMP 2 Purworejo, Jumat (29/3).

Alumni SMP 2 Purworejo itu berhasil membuat sebuah formula yang ramah di lidah pasien. Namun khasiat Sambiloto tidak hilang meski dikonsumsi dalam bentuk lain.

Prof Dr Andri Cahyo Kumoro ST MT. Foto : Jarot Sarwosambodo

Andri menguji penelitiannya itu pada hewan laboratorium. "Diuji dengan dosis yang disesuaikan dan berhasil," kata profesor muda kelahiran tahun 1974 itu.

Menurutnya, Indonesia kaya dengan tanaman herbal. Bahkan Sambiloto telah dikenal sebagai tanaman obat sejak zaman dahulu. "Ada istilah 'jari simbah', sejak dahulu nenek moyang kita sudah mempraktikan tanaman itu untuk obat," ucapnya.

Tanpa penelitian atau peralatan laboratorium, leluhur masyarakat Indonesia menguji tanaman di sekitar mereka untuk obat sejak ribuan tahun lalu. "Uji pada pasien dan gagal berkali-kali, akhirnya mereka menemukan kesimpulan bahwa Sambiloto bisa untuk obat. Tanaman itu kemudian diteliti dengan teknologi dan ternyata terbukti memiliki aneka khasiat, mulai diabetes hingga melawan HIV/AIDS," tegasnya. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI