Ditinggal Shalat Maghrib, Motor Raib

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Aan (22) dan Wah (23) warga Glapansari Temanggung ditangkap Kepolisian Resort Temanggung dengan sangkaan sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor. Polisi masih mengembangkan kasusnya sebab bukan tidak mungkin mereka anggota sindikat pencurian kendaraan bermotor.

Kasubag Humas Polres Temanggung, AKP Henny Widiyanti mengatakan mereka disangka sebagai palaku pencurian kendaraan bermotor milik Zunan Supriyadi (36) di Dusun Mranggan Kidul Desa Mranggen Kecamatan Bansari, yang diparkir di depan rumah Sabtu lalu. Kendaraan yang dicuri yakni, Yupiter Z warna merah nopol H 6369 ZD.

"Motor diparkir di teras rumah, saat itu korban berkunjung ke rumah orang tua dan shalat magrib, saat akan pulang motor sudah hilang," katanya.

Atas kejadian tersebut, dia mengatakan korban merugi sekitar Rp 10 juta. Dia pun melapor ke polsek setempat, kebetulan ada tetangga yang melihat sepeda motor dipakai seseorang di Glapan sari sehingga langsung dilakukan pelacakan. Dia mengatakan keduanya dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Tersangka Aan mengatakan sebagai eksekutor pencurian, sedangkan Wah yang mengawasi situasi. Dirinya lantas memberikan motor curian pada Wah untuk dibawa lari menjauh, sementara dirinya naik sepeda motor yang dibawa untuk mencari sasaran lainnya. "Saya ditangkap polisi saat nongkrong berikut barang bukti kejahatan yang belum sempat dijual," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI