DLH Tegur Perusahaan Pencemar

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung mengancam akan menindak perusahaan yang dengan sengaja mencemari dan merusak lingkungan hidup di kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung Entargo Yutri Wardono mengatakan tidak ada tolerir bagi perusahaan yang lakukan pencemaran apalagi membandel kendati telah dilakukan pengawasan dan pembinaan.

“PT Sumber Makmur Anugrah Textile telah mendapat teguran, mereka telah diminta lakukan perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak optimal,” kata Entargo Yutri Wardono, Kamis (10/09/2020).

Dikatakan perusahaan tersebut telah berjanji melakukan perbaikan IPAL, dan mentarget pada Desember 2020 selesai dan Januari mulai dioperasionalkan. PT SMA sendiri telah lama dalam pengawasan dan pembinaan pihaknya.

“Agustus lalu telah dievaluasi kenapa IPAL bermasalah, kini sedang ada perbaikan IPAL. Penyebab diantaranya IPAl tidak lagi memenuhi karena produksi telah meningkat,” kata dia.

Dia mengatakan akan kembali melakukan inspeksi untuk mengetahui proses perbaikan, selain sedang melakukan evaluasi terkait pencemaran dan kerusakkan lingkungan yang terjadi.

Warga Desa Soropadan Kecamatan Pringsurat Temanggung resah dan berkeluh atas pencemaran lingkungan terutama merusak ekosistem di sungai Elo sebagai dampak pembuangan limbah cair dari sebuah pabrik tekstil.

Seorang perwakilan Komunitas Hulu Kali Elo Nauval Imam Fahrudin mengemukakan pembuangan limbah cair ke sungai menyebabkan perubahan warna air sungai dari jernih menjadi keruh.

“Ekosistem sungai di bawah pembuangan limbah cair menjadi terganggu, ditandai populasi ikan menjadi berkurang, karena banyak yang mati atau tidak berkembang biak,” kata dia.

Dia mengatakan warga sekitar yang biasanya mencari ikan, atau nelayan ikan tawar, sudah semakin susah mendapatkan ikan. Kalau toh mendapatkannya, konsumen yang tahu dimana menanhkapnya memilih untuk tidak membeli karena takut mengandung residu kimia berbahaya.

Dia mengemukakan dampak lain, dari pembuangan limbah cair tersebut adalah gatal di kulit. Pengobatan membutuhkan waktu yang relatif lama yakni mencapai berhari-hari. Padahal biasanya hanya sekitar dua atau tiga jam. (Osy)

BERITA REKOMENDASI