Doa Bersama Jamaah Kopdariyah Nitizen Magelang Raya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Pengasuh Ponpes APPI Tegalrejo Yusuf Kudlori yang akrab dipanggil Gus Yusup, meminta Pemeritah Myanmar segera menghentikan kekerasan terhadap Etnis Rohingya. Hal ini disampaikan dalam acara Jamaah Kopi Darat Riyah 'Cinta Untuk Rohingya' di Omah Joglo Mendut, Kamis  (07/09/2017) malam.

"Kita disini berkumpul atas nama kemanusian. Peristiwa Rohingya bukan saja peristiwa keagamaan. Karena itu, kita kembangkan sikap yang produktif bukan kontra produktif. Borobudur bukan hanya simbul Agama Buddha, tapi sudah dunia. Sehingga kita wajib untuk melindungi," katanya.

Lebih lanjut disampaikan, jika banyak saudara-saudara kita menggantungkan nasibnya disana (Borobudur). Sehingga pihaknya mengajak untuk berdoa agar Borobudur tetap damai. "Jangan terpancing isu-isu agama. Mari kita gunakan media sosial secara baik dan benar. Mari kita berdoa agar pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan terhadap etnis rohingya. Terakhir dari Borobudur mari kita sampaikan pesan kedamaian," pintanya.

Dalam kesempatan itu juga dibacakan pernyataan sikap peserta yang hadir dan diakhiri doa bersama lintas agama. Sedang pernyataan sikap berisi antara lain, bahwa atas nama warga beriman se Magelang Raya, mengecam segala tindakan kekerasan yang menciderai nilai-nilai kemanusiaan. Bahwa tidak ada satu pun agama dan ideologi di dunia yang membenarkan tindakan dan cara-cara kekerasan dalam kehidupan umat manusia. Mengajak seluruh umat manusia, terutama warga negara Indonesia untuk bersama-sama menggelorakan kehidupan yang damai.

Acara tadi malam, dihadiri ratusan peserta perwakilan dari 23 jamaah Kopdarriyah di Magelang Raya. Diantaranya Bante Abhijato, Dirut PT TWCBPRB, GP Ansor, Pk3 Vikep Kedu, LTN NU Kabupaten Magelang, Vihara Mendut, Sangha Theravada, Pemuda Gereja Kristen, Pesona MagelangBanser, PMII dan IPNU Cabang Kabupaten Magelang dan sebagainya.

"Kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap etis rohingya yang tengah menderita. Bahwa bentuk dukungan itu tidak mesti harus turun ke jalan, namun dengan doa bersama dan cara-cara yang lebih santun," kata Adhang Legowo, Lurah Jamaah Kopdariyah Magelang Raya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI