Dokter Tak Boleh Membeda-bedakan Pasien

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Bupati Temanggung, Mulyadi Bambang Sukarno meminta kepada para dokter harus bekerja profesional. Segala keilmuan dan keahlian yang dimiliki harus untuk menolong sesama tanpa membeda-bedakan.

"Dokter harus ingat sumpahnya, bekerja untuk kemanusiaan. Jangan sampai ada yang membedakan, apalagi dokter di puskesmas atau rumah sakit. Jika ada dokter yang membeda-bedakan saat pelayanan di rumah sakit segera dilaporkan," kata Bambang pada pelantikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Temanggung di gedung pertemuan RSUD Temanggung, Sabtu (14/10/2017).

Dia mengatakan Pemkab Temanggung berusaha untuk terus memajukan pelayanan kesehatan, diantaranya pembangunan pusat pelayanan kesehatan dari puskesmas, puskesmas pembantu, poliklinik dan rumah sakit umum daerah. "Kami bangun dua gedung rumah sakit tujuh lantai untuk melengkapi yang sudah ada, fasilitas dan peralatan medis dilengkapi dan pelayanan gratis," katanya.

Disampaikan gedung puskesmas yang sudah tidak representatif dibuatkan gedung baru atau diperbaiki agar masyarakat menjadi nyaman saat berobat atau memanfaatkan layanan kesehatan. Sumber daya manusia untuk pelayanan dilatih untuk lebih profesional. "Fasilitas pun ditambah," katanya.

Sementara itu Ketua IDI Cabang Temanggung Dr Antoni, Sp. OT mengatakan tantangan IDI dan profesi dokter kedepan semakin komplek, tidak hanya dituntut semakin profesional untuk meningkatkan keilmuan dan keahlian, namun juga mampu mengurus manajerial kelembagaan layanan kesehatan. "Kami akan bekerja untuk pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di Temanggung, jika ada dokter yang nakal untuk lapor ka IDI," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI