DPRD Purworejo Inisiasi Raperda HIV/AIDS

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo menginisiasi Rancangan Perda (Raperda) HIV/AIDS. Regulasi akan mengatur berbagai langkah pencegahan dan rehabilitasi warga terinfeksi virus tersebut.

Dewan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Raperda HIV/AIDS dan mulai membahas substansinya dengan eksekutif, Selasa (5/6). “Sebelum dibahas, kami sudah beberapa kali menggelar diskusi dengan kalangan akademik,” ujar Ketua Pansus Raperda HIV/AIDS Hendrikus Karel SY, kepada KRJOGJA.com.

Menurutnya, inisiatif tersebut muncul berawal dari keprihatinan legislatif terhadap penularan penyakit AIDS di Purworejo. Berdasar laporan dinas, tren penemuan kasus warga terinfeksi HIV meningkat setiap tahun.

Padahal jika dicermati, katanya, fenomena tersebut erat kaitannya dengan pola kehidupan sebagian penyandang sakit yang pernah melakukan seks bebas. “Artinya ke depan harus ada regulasi untuk menekan agar perilaku menyimpang itu tidak terus bergerak liar,” tegasnya.

Anggota Pansus Raperda HIV/AIDS Ustaz Thohari menambahkan, keprihatinan lain adalah kebanyakan pasien berumur 30 – 35 tahun. Apabila diasumsikan masa inkubasi sepuluh tahun, lanjutnya, pasien terinfeksi HIV pada usia kurang lebih 20 tahun.

Dikatakan, regulasi harus mengatur penananganan HIV/AIDS secara menyeluruh. “Tidak boleh setengah-setengah, harus secara simultan. Sebab percuma apabila penanganan hanya dilakukan pada satu sisi saja,” terangnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI