Dr Suliswiyadi MAg Dilantik jadi Rektor UM Magelang

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Dr Suliswiyadi MAg dilantik menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) masa bakti 2020-2024, Sabtu (18/01/2020). Pelantikan dilakukan di ruang pertemuan lantai 3 Rektorat UM Magelang.

Di forum pelantikan Dr Suliswiyadi MAg diantaranya mengatakan sebagai manusia yang sadar penuh dengan kelemahan, ia bukanlah yang terbaik di UM Magelang, tetapi memiliki cita-cita ingin selalu berproses menuju kebaikan karena prinsip orang baik adalah bukan orang yang takut berbuat salah, tetapi orang baik adalah yang selalu memperbaiki kesalahan. Oleh karena itu Suliswiyadi juga memohon bimbingan banyak pihak.

Suliswiyadi lahir di Semarang 20 Oktober 1966. Pendidikan formal, Tahun 1990 S1 Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Tahun 2001 S2 Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang dan Tahun 2011 S3 Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.  Dari pernikahannya dengan Sa'adah Noor SPd MSi, dikaruniai 3 anak.

Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Bappeda Kabupaten Magelang Drs Sugiyono MSi di forum pelantikan Rektor UMM Magelang diantaranya mengatakan ada 2 faktor utama yang menandai kualitas kehidupan kampus, yaitu ketinggian ilmu yang dimiliki dan dikembangkan dan keluhuran moral yang dijunjung tinggi serta diamalkan komunitas di dalamnya.

Ketinggian ilmu, yang didukung keluhuran moral, merupakan persenyawaan dan unsur yang menjamin keunggulan perguruan tinggi sebagai tempat berhimpunnya putra-putri terbaik yang diharapkan dapat menjadi pemimpin bangsa di masa yang akan datang.

Di tengah persaingan global, utamanya di lingkungan pendidikan tinggi yang semakin ketat dewasa ini, pimpinan perguruan tinggi memiliki tugas dan tanggungjawab yang tidak ringan, karena dituntut untuk mampu mengembangkan dan meningkatkan mutu lembaga yang dipimpinnya agar semakin diminati dan dipercaya masyarakat, serta keberadaannya dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya.

"Pimpinan perguruan tinggi juga dituntut untuk dapat berperan ganda, selaku insan akademisi dan sekaligus sebagai manajer," katanya. (Tha)

BERITA REKOMENDASI