Droping Air Bersih Hampir Mencapai 1.000 Tangki

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kekeringan akibat musim kemarau di Kabupaten Purworejo semakin meluas. Sejumlah desa yang pada musim kemarau sebelumnya tidak pernah meminta bantuan air bersih, kini mengajukan bantuan. Dropin air bersih yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, hampir mencapai 1.000 tangki.

“Sehari semalam kita bisa kirim hingga 23 tanki ke berbagai  pesolok desa,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Purworejo Drs Sutrisno MSi, Senin (23/9/2019).

Menurutnya, bantuan air bersih ini sudah disalurkan sejak awal musim kemarau pada bulan Mei lalu, dan diperkirakan hujan baru akan turun pada awal November. “Kemarau tahun ini cukup panjang, dan kami terus siaga untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih,” tandasnya.

Hingga datang musim penghujan, dan kebutuhan air masyarakat bisa tercukupi, diprediksikan bantuan air bersih bisa mencapai sekitar 1.500-an tanki. “Kita siapkan bantuan itu untuk terus disalurkan,” tambahnya.

Dikatakan pula, lebih dari 70 persen wilayah kecamatan dari 16 kecamatan di Purworejo banyak desa yang mengalami kesulitan air bersih. Di beberapa tempat sumber mata air mati. Sumur-sumur warga mongering, dan warga sangt membutuhkan suplai air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Musim kering tahun ini di Purworejo tidak hanya menderita kesulitan air, namun juga kebakaran lahan terjadi di beberapa tempat, diantaranya di wilayah Bagelen. Lahan penduduk yang kering sempat terbakar. Untuk memadamkan air, aparat dari BPBD, dibantu TNI, Polri dan warga masyarakat bahu membahu memadamkan api. Beruntung kebakaran tidak merambah pemukiman penduduk. (Nar)

 

BERITA REKOMENDASI