Droping Air Bersih Terhambat Armada

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Droping bantuan air bersih pada warga yang mengalami kekeringan terkendala armada. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung hanya mengoperasikan satu truk tangki untuk droping air bersih di 11 kecamatan 13 desa dan 58 dusun.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan dari lima armada yang dioperasionalkan tiga diantaranya sudah ditarik untuk keperluan dinas sedangkan satu armada tengah diperbaiki karena rusak.  "Kami hanya operasionalkan satu armada, hari Senin droping 8 lokasi dan selesai sampai malam," kata Gito Walngadi, Selasa (2/10). 

Dia mengatakan lima armada yang terlibat droping air yakni masing-masing dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PMI, PDAM, Dinas Sosial dan BPBD . Milik DPU dan Perumahan Rakyat ditarik untuk keperluan dinas, PDAM ditarik untuk memasok air bersih pada pelanggan jalur Parakan – Temanggung, milik PMI ditarik karena untuk digilir pada kabupaten lain, sedangkan dari Dinas Sosial rusak setelah digunakan di jalur mendaki selama 3 minggu untuk krisis air di Sindoro-Sumbing.

Dia mengatakan anggaran droping air bersih sejauh ini tidak ada kendala. Setelah dana dari APBD 2018 habis, sekarang digunakan dana dari CSR sejumlah perusahaan swasta, yang diperkirakan cukup sampai pertengahan Oktober. Jika hujan belum turun dan masih ada krisis air, akan digunakan dana dari APBD perubahan.  "Dana dari APBD perubahan ada Rp 150 juta atau sekitar 600 tangki," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI