Dua Alumni SMK 1 Purworejo Wakili Indonesia WSC di Abu Dhabi

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Dua alumni SMK Negeri 1 Purworejo mewakili Indonesia dalam ajang World Skills Competition (WCS) di Abu Dhabi tahun 2017. Saiful Irfan akan berkompetisi dalam bidang cabinet making dan Rizki Dwi Ariyanto dalam mata lomba pattern making atau membuat prototipe.

Keduanya menjadi pemenang untuk cabang tersebut dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional tahun 2016. "Keduanya baru lulus Juni 2016, namun ketika ikut LKS, keduanya masih siswa kami karena ajang itu diselenggarakan pada Mei 2016," ungkap Sugeng Wiyono, Wakil Kepala SMK 1 Purworejo Bidang Humas, kepada KRjogja.com, Sabtu (20/8).

Dalam LKS tingkat nasional, Saiful membuat meja rias dari kayu sesuai kompetensinya di jurusan Teknik Furniture. Sementara Rizki, sesuai kompetensinya di jurusan Teknik Permesinan, membuat prototipe avometer dari bahan resin. Karya keduanya mampu menarik perhatian juri hingga memberi keduanya nilai terbaik.

Tidak lama setelah memenangkan lomba, katanya, datang surat dari Dirjen Pembinaan SMK Kemendiknas yang berisi penunjukan Saiful Irfan untuk mewakili Indonesia dalam WCS. Sementara Rizki Dwi Ariyanto ditunjuk PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), juga untuk mewakili Indonesia dalam ajang yang sama.

Menurutnya, penunjukkan oleh perusahaan swasta dilakukan dengan sepengetahuan pemerintah. "Kemendiknas memang bersinergi dengan perusahaan, pihak swasta dibolehkan memberangkatkan anak Indonesia dalam ajang itu. Kebetulan, setelah lulus Rizki memang ditarik sebagai calon operator di PT TMMIN," tuturnya.

Keduanya akan dipersiapkan selama setahun untuk menghadapi ajang tersebut. Saiful menjalani diklat di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronika di Malang. Sementara Rizki menjalani pelatihan di PT TMMIN Jakarta. "Pelatihan selama setahun hingga mereka siap berangkat ke Abu Dhabi," katanya.

Kepala SMK 1 Purworejo Budiyono MPd mengaku belum mengetahui produk yang akan dibuat Saiful dan Rizki dalam WCS 2017. Namun pihak sekolah meyakini keduanya akan mampu menorehkan prestasi yang membanggakan Indonesia. Pihak sekolah menargetkan keduanya meraih medali perak. "Dua alumni kami juga pernah ikut WCS tahun 2009 dan 2011, mereka dapat medali perak. Kami berpesan untuk menerapkan standar zero tolerance atau tidak ada kesalahan, sehingga hasilnya betul-betul bagus," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI