Dua Desa di Borobudur, Diusulkan Sebagai Desa Wisata TSB

MAGELANG,KRJOGJA.com – Dua dari lima desa wisata di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, diusulkan ke Kementrian Pariwisata (Kemenpar) sebagai Desa Wisata Tradisi dan Seni Budaya (TSB). Dua desa itu adalah Desa Candirejo dan Desa Wanurejo, mereka menyisihkan tiga desa lain, meliputi Desa Wisata Giri Tengah, Ringin putih dan Desa Wisata Karanganyar.

"Ada beberapa kriteria penilaian untuk menentukan dua desa wisata tersebut. Bukannya yang tiga dan lainnya jelek atau kurang bagus, namun memang dua desa wisata ini yang kami nilai siap untuk saat ini," kata Kepala Bidang Pengembangan Wisata Tradisi dan Seni Budaya Kementrian Pariwisata, Ana Sunarti dalam Focus Group Diacussion (FGD) di Hotel Grand Artos Magelang, Selasa (20/06/2017).

Dalam kesempatan itu juga menghadirkan dua nara sumber, yakni Prof M Lingga, pengamat pariwisata dan pengajar di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung dan Prof dr Phil Janianton Danamik MSi dari pusat studi pariwisata UGM. Dalam FGD kemarin juga hadir sejumlah pelaku, pengamat, dan pengelola objek wisata serta perwakilan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang.

"Ada isu penting dalam mengelola pariwisata budaya berkelanjutan. Yakni mendefinisikan produk, dampak sosial dan fisik, mempertahankan kekhasan (keunikan), sumberdaya dan perubahan iklim khusus untuk monumen, situs, bangunan serta mengoptimalkan manfaat, persaingan, dukungan dan pendanaan. Selain itu juga ada empat elemen penting pengelolaan pariwisata budaya berkelanjutan. Yakni masyarakat, pengunjung, industri dan lingkungan. Namun sering terjadi tumpang tindih, maka perlu pemantauan dan evaluasi terhadap berbagai dampat yang terjadi di objek wisata," kata Liga.

Sementara Prof dr Phil Janianton Danamik MSi mengatakan, penguatan identitas pariwisata TSB itu sangat strategis. Pasalnya Indonesia memiliki budaya daerah yang unik dan beragam, sebagian besar (60 persen) wisman di Indonesia mengunjungi atraksi pariwisata budaya. Banyak potensi atraksi TSB yang dijadikan skala prioritas. Sedang kriteria untuk menilai TSB itu ada 10 unsur. Meliputi, pertama ruang fisik permanen, jumlah daya tarik, jenis daya tarik, jumlah fasilitas wisata, jenis fasilitas wisata, jumlah fasilitas umum, jenis fasilitas umum, aksesibilitas, masyarakat dan wisatawan.

"Dari semua itu, kunci sukses pengembangan TSB adalah kompetensi SDM (guide) pemasaran, konservasi/preservasi budaya/tradisi dan manajemen atraksi seperti informasi dan kalender event," imbuhnya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengapresiasi FGD kemarin. Hal lainnya, diakuinya jika perkembangan kepariwisataan diwilayahnya cukup meningkat akhir-akhir ini. Bahkan, jangkauan wisata area borobudur sudah mulai meluas hingga luar Borobudur. "Dulu baru ada dokar sehingga untuk pengembangan wisata sekitar baru satu dua desa, namun dengan VW cabrio tiada batas," pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI