Dua Jamaah Haji Magelang Meninggal

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG (KRjogja.com) – Jamaah haji asal Kabupaten Magelang dijadwalkan mulai tiba dari tanah suci, Sabtu (01/10/2016) dini hari. Diawali sebanyak 354 jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 33. Kloter ini semula berjumlah 355, namun seorang jamaah hajinya, Jamil H (78), warga Sojomerto, Kecamatan Salaman meninggal dunia.

“Kami telah menerima informasi tersebut, kemudian mendatangi rumah duka untuk memberitahukan kepada keluarganya dan menyampaikan tata cara pengurusan klaim asuransinya. Sekarang komunikasi sangat mudah, begitu memperoleh informasi kami pastikan dengan ketua kloternya. Kemudian, kami sudah menyampaikan kepada keluarga sekalian menyampaikan tata cara klaim asuransi,” kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Magelang, Ahmad Rosyidi, Jumat (30/09/2016).

Besarnya klaim asuransi bagi jamaah yang meninggal itu turun dibanding tahun 2015 lalu. Untuk tahun ini, klaim asuransi bagi jamaah haji yang meninggalkan di sana (tanah suci), mendapatkan sekitar Rp 15 juta. “Nantinya ahli waris yang menerimanya secara langsung. Selain Jamil, satu jamaah haji lain yang meninggal karena sakit adalah Muhsis (73), warga Bleder, Ngasinan, Grabag. Ia berasal dari  kloter 58,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, lanjutnya, jamaah haji asal Kabupaten Magelang tergabung dalam kloter 33, 57, 58 dan 59. Untuk kloter 57 berjumlah 63 jamaah, tiba pada 10 Oktober. Selang beberapa jam kemudian, disusul kloter 58 sebanyak 355 jamaah haji. “Untuk kloter 59 ada 98 jamaah yang akan tiba pada 11 Oktober,” ujarnya.

Selain itu, ada tujuh jamaah haji asal dari wilayah ini yang berangkat masuk dalam kloter 74 atau kloter terakhir. Namun salah satunya jamaah yang berangkat pada kloter tersebut, Sutiah (70), warga Bandongan, tertinggal karena sakit. Karena itu, ia dikembalikan ke kloter semula yakni kloter 57. “Untuk enam jamaah lainnya tetap bergabung dalam kloter 74 dan kembali pada 15 Oktober, mendatang,” pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI