Dua Jurnalis Diperiksa Sebagai Saksi Perkara KAS

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Dua jurnalis yang bertugas di wilayah Kabupaten Purworejo diperiksa sebagai saksi atas perkara Kraton Agung Sejagat (KAS) dengan tersangka R Toto Santosa dan Fanni Aminadia di Mapolres Purworejo, Selasa (21/01/2020). Penyidik Polda Jateng meminta keterangan Hery Priyantono, wartawan Beritamerdekaonline dan Edi Suryana, jurnalis televisi TV One.

Keduanya diperiksa lantaran dituduh memberitakan hoaks tentang KAS oleh para tersangka. "Tersangka menyebut tidak pernah mengundang wartawan, tentu kami bantah. Saya diundang oleh pihak KAS untuk melakukan hak jawab," ungkap Hery, kepada KRJOGJA.com, disela pemeriksaan.

Menurutnya, pemberitaan KAS pertama kali diunggah medianya, berjudul Ritual Wilujengan Kraton Sejagat di Desa Pogung Juru Tengah Purworejo, Gegerkan Warga dan Tak Berijin Polisi, Kirab Wilujengan Kraton Sejagad di Purworejo tetap Berlangsung Meriah yang dimuat Sabtu (11/01/2020). Kemudian, pihak kraton menghubungi dan meminta klarifikasi atas pemberitaan tersebut.

Mereka mengundang Hery untuk datang ke keraton dan secara bersamaan, sejumlah wartawan yang mengetahui informasi itu, ikut datang ke Pogung Juru Tengah pada Minggu (12/01/2020). "Kemudian digelar klarifikasi sekaligus konferensi pers, Raja Toto sendiri yang memberi jawaban atas setiap pertanyaan kami," tuturnya. 

Dalam pemeriksaan tersebut, Hery membawa barang bukti berupa satu lembar kover rilis, tiga lembar press rilis, satu pin kraton, tangkapan layar pemberitaan dan tangkapan layar undangan dari pihak KAS yang dilayangkan melalui aplikasi WhatsApp. "Demi NKRI, kebenaran dan keadilan, saya akan memberikan keterangan secara detail kepada penyidik Polda Jateng," tegasnya.

Edi Suryana menambahkan, pihak kraton menyangkal memberikan informasi dan tidak mengundang jurnalis. "Saya di situ datang dengan beberapa teman medi lain, lalu disuruh menunggu karena ada konferensi pers, pukul 17.00 dengan Sinuwun. Bahkan kami diminta untuk mengisi tanda tangan dan pihak kraton memberikan poster, rilis berita dan cenderamata," ucapnya.

Selain dua jurnalis, penyidik juga meminta keterangan empat anggota KAS sebagai saksi. Mereka terdiri atas Imron, Cikmawan, Prasetyo dan Sarwono. Mereka sudah dua kali diperiksa oleh penyidik Polda Jateng.

Sarwono menuturkan, keikutsertaannya menjadi bagian dari KAS dilatarbelakangi alasan keinginan untuk 'nguri-uri' kebudayaan Jawa. "Bergabung karena saya pikir 'nguri-uri' budaya Jawa. Pak Toto selalu mengajarkan kepada kami bagaimana menjadi orang Jawa yang tidak kehilangan 'Jawanya'," tuturnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI