Dua Santri Hilang Terseret Ombak Pantai Ketawang Indah

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Dua pemuda, Khozainul Muna warga Windusari Magelang dan Muhammad Mahfud asal Godong Grobogan, hilang terseret ombak Pantai Ketawang Indah Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo, Senin (24/12/2018) petang. Santri pondok pesantren di Magelang dan Purworejo itu nekat mandi di lebeng atau palung pantai.

Kecelakaan laut itu terjadi sekitar pukul 17.12 WIB. Sebelum kejadian, sejumlah warga Ketawangrejo mengingatkan rombongan pengunjung untuk tidak mandi di pantai.

"Sore ombak pasang, selain itu ada palung atau lebeng yang posisinya menjorok ke darat. Sekilas orang melihat perairannya tenang, tapi arusnya deras," tutur pengurus Pokdarwis Jayakatwang, Yusman, kepada KRJOGJA.com.

Namun korban dengan pakaian lengkap nekat masuk pantai untuk mandi dan bermain air. Keduanya langsung terseret arus lebeng. Korban tak kuasa menahan derasnya arus bawah yang mengalir ke tengah laut.

Sejumlah warga berusaha menolong dengan tali dan galah bambu namun tidak berhasil. "Arusnya terlalu deras, korban dengan cepat terseret ke tengah. Kami coba pakai galah, tubuh keduanya sudah telalu jauh," ungkapnya.

Warga melaporkan kejadian ke Polsek Grabag dan tim SAR Purworejo. Sejumlah pihak menerjunkan tim untuk memantau garis pantai selatan Purworejo.

Bahkan tim Basarnas pos Yogyakarta juga ikut ambil bagian. "Tapi tidak mungkin melakukan pencarian malam hari, tim melakukan koordinasi di posko Pantai Ketawang Indah," ungkap Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Drs Edi Purwanto.

Menurutnya, pencarian dilanjutkan dengan menyisir pantai pada Selasa (25/12/2018). Tim akan berkoordinasi dengan nelayan sepanjang pesisir Purworejo. Pencarian tidak akan dilakukan ke tengah perairan. "Kami tidak akan masuk laut, terlalu berisiko untuk keselamatan tim. Ombak pantai selatan dikenal ganas," tegasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI