Duh..Adik Tega Bunuh Kakak Kandung dan Ipar Gara-gara Hasil Panen

Editor: Agus Sigit

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Pasangan suami istri (pasutri), Wn (69) dan Lt (67), yang tinggal di Desa Karanggedang, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, tewas di tangan TS (58) yang tak lain adik Lt. Peristiwa tragis di rumah korban, dipicu sakit hati TS yang merasa tidak adil dalam pembagian hasil panen sawah orangtuanya.
Kapolres Kebumen AKBP Burhaanuddin mengungkapkan, tersangka yang bertetangga dengan korban, Rabu (1/6/2022) malam, masuk ke rumah korban kemudian mengunci pintu dan mematikan lampu. Begitu bertemu Wn dan Lt yang tinggal berdua di rumah, TS langsung beraksi memukul kepala korbannya berkali-kali dengan sebatang pipa besi hingga meninggal.
“Pembunuhan yang dilakukan, sudah direncanakan oleh tersangka. Setelah melakukan pembunuhan, tersangka ketakutan, dan sempat bersembunyi di sawah. Namun, malam itu juga, menyerahkan diri ke Polsek Sruweng,” jelas AKBP Burhaanuddin yang membeberkan peristiwa tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Kebumen, Kamis (2/6/2022).
TS tega membunuh kakak kandung dan kakak iparnya, karena sakit hati dengan bagi hasil panen dari sawah warisan orangtuanya yang ia garap. TS merasa tidak adil dalam pembagian, padahal menurut TS, kakak kandungnya tergolong keluarga mampu. Tersangka yang dihadirkan dalam konferensi pers, mengaku sudah sekitar empat bulan menunggu kesempatan untuk membunuh kedua korban.
Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti pipa besi pipa diameter 3 cm, panjang 68 cm, yang digunakan tersangka untuk membunuh korban. Gangguan pendengaran tersangka yang cukup parah, membuat pemeriksaan terhadap tersangka mengalami hambatan. Bahkan alat bantu dengar yang dibeli penyidik, kurang begitu membantu.
Tersangka yang mengaku sangat menyesali perbuatannya, dijerat dengan Pasal 340 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup. (Suk)

BERITA REKOMENDASI