Duh..Belasan Siswa SD di Temanggung Kecanduan Pil Koplo

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Konsumsi pil koplo di Kabupaten Temanggung telah memprihatinkan. Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Temanggung  menemukan sedikitnya 17 siswa sekolah dasar kecanduan obat terlarang seperti pil Y, heximer, dan yarindu.

"Tahun ini kami temukan 17 siswa SD sebagai pengguna dan kecanduan pil daftar G," kata Kepala Badan Nasional Narkotika Kabupaten Temanggung AKBP Renny Puspita, Rabu (26/12).

Dia mengatakan temuan bermula dari sosialisasi bahaya narkotika di sebuah SMP. Keterangan dari kepala sekolah ada seorang siswanya yang diduga sebagai pengguna, dan setelah siswa itu didekati menyampaikan mengkonsumsi pil daftar G dengan siswa SD. Jumlahnya mencapai 17 siswa.

Dia mengatakan siswa SD pengguna sabu dan ganja kemungkinan kecil, sebab harganya yang mahal dan perlu jaringan khusus untuk mendapatkannya, selain petugas BNN dan Kepolisian yang gencar operasi. Namun, untuk pil daftar G, terjangkau yakni didapat di toko obat yang ada di Temanggung, harganya juga tidak terlalu mahal untuk sekelas anak SD.

"Pil satu paket isi 10 sekitar Rp 20 ribu, sedangkan ganja dan sabu bisa berlipat harganya. Mereka dapat urunan," katanya, sembari mengemukakan sudah menindak oknum pekerja toko obat yang melayani pembelian obat daftar G secara sembarangan itu.

Dikatakan siswa yang kecanduan itu telah diikutkan dalam program rehabilitasi, dan kini telah menunjukkan progres yang positif. Diharapkan tidak kembali terjerumus lagi, sebab penyebab utama anak-anak usia SD terjerumus adalah karena pergaulan. Bermula dari kelompok yang kemudian ikut-ikutan memakai karena ada yang mengajak dan terindikasi pengajaknya dari anak dengan usia lebih tua semisal anak SMP dan SMA. 

Disampaikan, pengaruh narkotika dan obat-obatan terlarang memang sangat memprihatinkan karena hampir masuk di semua sendi kehidupan. Tetapi pihaknya tidak menyerah dengan terus mengupayakan pencegahan dengan berbagai cara.

Dia merinci pada 2018 yang tertangni dalam rehabilitasi, selain siswa SD ada 17 anak, adalah siswa SMP/MTs sebanyak 17 anak, siswa SMA/SMK/MA ada 6 anak dan dari D III, S 1 ada 2 orang, pekerja swasta 10 orang, dan pengangguran tiga orang. " Rehabilitasi tidak membayar, masyarakat dapat menghubungi kami," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI