Dukung Pajale, BMKG Sosialisasikan Agroklimak

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG (KRjogja.com) – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang, melakukan sosialisasi agroklimak tahap ke-4 di Aula Kantor Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Selasa (26/09/2017). Dalam kegiatan itu, diikuti 100 peserta terdiri dari 75 petani dan 25 petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Kecamatan Ngluwar.

“Kegiatan ini untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada padi, jagung dan kedelai (pajale) serta ketahanan pangan. Dengan mengetahui kondisi iklim, diharapkan petani dapat menentukan masa tanam, komoditas dan varietas jenis tanaman. Diharapkan dengan mengetahui itu, dapat meningkatkan produktifitas hasil tanam,” kata Deputi BMKG Pusat, R Mulyono Rohadi Prabowo ditambahi Koordinator BMKG Jawa Tengah, Ir Tuban Wiyoso, M.Si.

Sejauh ini, kata Mulyono, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke-33 propinsi di Indonesia. “Di Jawa Tengah, sejauh ini sudah yang kesekian kali kami adakan. Para peserta pelatihan, kami harapkan bisa menyebarluaskan hasil pelatihan ini ke masyarakat,” pintanya.

Anggota Komisi V DPR RI, Ir Sudjadi dalam kesempatan itu meminta, BMKG menambah jumlah pelatihan iklim dengan peserta yang lebih banyak. Ia berharap pengetahuan iklim ini bisa dipahami dan dijalankan para petani di Kabupaten Magelang. "Kami minta BMKG bisa menggelar lebih banyak pelatihan. Kasihan mereka, jika sampai gagal panen gara-gara salah membaca iklum," imbuhnya.  

Bupati Magelang, Zaenal Arifin Sip yang diwakili Asisten III Endah Endra Wacana dalam sambutannya mengatakan, salah satu kendala utama petani adalah faktor cuaca yang berubah-ubah. Padahal 70 persen ekonomi Magelang mengandalkan sektor pertanian tradisional. Karena itu, kemampuan memahami dan menghitung iklim ini diharapkan akan mampu petani mengantisipasi kondisi cuaca. "Petani harus paham dengan perubahan cepat cuaca. Sekarang memang baru lima desa namun kami harapkan ke depan bisa bertambah sehingga hasil panen bisa meningkat dan kesejahteraan petani bisa membaik," jelasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI