Dusun Kembang Jadi Pilot Project Biopori Salatiga

Editor: Agus Sigit

SALATIGA, KRJogja,com – Dusun Kembang, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Salatiga dijadikan pilot project pembuatan biopori (peresapan air) di Salatiga. Kegiatan ini diluncurkan bersamaan dengan memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-76 di Salatiga.

Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.

Ketua PMI Salatiga, Muh Haris yang juga Wakil Walikota Salatiga, mengatakan Dusun Kembang, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo sebagai sebagai tuan rumah pembuatan biopori dalam rangka HUT ke-76 PMI. Selain sebagai resapan air, biopori juga berfungsi sebagai peningkatan daya resap air pada tanah untuk menghasilkan kompos.

Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. “Dusun Kembang dijadikan pilot project pembuatan biopori untuk mendukung pembangunan di Salatiga,” kata Muh Haris.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Salatiga, Arif Suryadi mengatkan pihaknya melihat wilayah Kembang sebagai daerah tangkapan air pada Cekungan Air Tanah (CAT) Kota Salatiga. Karena itu, wilayah tersebut menjadi bagian konservasi Lingkungan Hidup, mengingat daerah-daerah bawah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari satu ekosistem lingkungan.

Disebutkan, cadangan air tanah yang berada di peta wilayah CAT ada 10 juta meter kubik, tetapi akan selalu berkurang. PMI yang sudah memberikan edukasi dan inspirasi bagi Dinas Lingkungan Hidup agar upaya konservasi di wilayah catchment area bisa kembali berjalan dengan baik. (Sus)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI