DWP Purworejo Latih Pelaku Usaha Kecil Bandara Internasional Yogyakarta

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purworejo membina usaha kecil dari mulai pelatihan ekonomi produktif hingga pemasaran. DWP juga terus mengawal perkembangan usaha kecil rumahan dengan melakukan kunjungan kepada pelaku usaha kecil.

Kunjungan dipimpin Ketua DWP Dra Erna Setyowati Said Romadhon. DWP Mengunjungi tempat usaha aneka kue kering dan camilan yang berlokasi di RT 03 RW 03 Kelurahan Borokulon Kecamatan Banyuurip, usaha wingko kelapa muda dan bolen di Bagelen. Ketua Erna Said yang didampingi Wakil Ketua Dra Titik Mintarsih MPd, Ir Ely Pram Prasetyo MM, Yuli Sutrisno, dan sejumlah pengurus melihat proses pembuatan, pengemasan serta pemasaran di Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) Kulonprogo dan Swalayan Bagelen.

Erna Said mengatakan, para istri ASN anggota DWP untuk mengelola pendapatan suami dengan baik. Termasuk dalam berbelanja supaya membeli produk-produk sendiri dari olahan UMKM Purworejo. “Kita harus cinta dan larisi produk kita sendiri, jangan membeli produk dari luar Purworejo. Justru kita mengajak orang luar untuk belanja di Purworejo, supaya produk produk Purworejo di perhitungkan, masyarakat luar daerah. Sehingga pasar hidup dan UMKM Purworejo meningkat,” katanya kepada KRJOGJA.com, Kamis (2/12/2021).

Selain itu, Erna Said meminta istri ASN juga harus bisa menggunakan teknologi informasi termasuk yang memiliki usaha dan memanfaatkan teknologi informasi. Erna berharap pelaku usaha bisa menggunakan teknologi atau aplikasi jual beli. “Saya juga berpesan anggota DWP sebagai istri ASN supaya menjadi suri tauladan dalam hidup sederhana dan jangan lupa prokes terutama masker agar dipakai dimanapun kegiatannya,” ujarnya.

Sementara itu, Titik Mintarsih menambahkan, pengelolaan penghasilan suami dengan baik akan mampu menghasilkan aktivitas produktif dan meningkatkan derajat keuangan keluarga. Untuk mendukung upaya tersebut, lanjutnya, perlu ada terobosan pemasaran yang baik, bahan baku berkualitas, proses berkualitas, legalitas. “Juga perlu pengemasan yang baik, kemudian diperlukan promosi yang baik dan tepat sasaran,” ungkapnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI