Efek NYIA, Perekonomian Purworejo Selatan Bergeliat

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Perekonomian di wilayah selatan Kabupaten Purworejo bergeliat pada masa awal pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Sejumlah investor mulai menanamkan modalnya dengan membuka usaha dan membeli lahan di kawasan sekitar Jalan Daendels itu. 

Geliat usaha wilayah itu mulai terasa sejak dua tahun terakhir. "Saya mulai masuk membuka usaha di Desa Geparang Purwodadi dua tahun lalu, saat itu memang mulai banyak yang minat mengingat pemerintah akan bangun bandara di Congot Kulonprogo," ujar pengusaha kuliner, Agung Widodo, kepada KRJOGJA.com, Minggu (9/9/2018). 

Menurutnya, ada banyak pelaku usaha yang melirik untuk mendirikan bisnis di sekitar Jalan Daendels. Mereka melihat sebagian wilayah Purworejo berada di luar Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara NYIA, atau di luar radius lima kilometer. 

Tidak hanya investor lokal, katanya, pengusaha besar dari luar kota telah berinvestasi dalam bentuk tanah. "Ada beberapa yang saya bantu, ada yang untuk logistik bandara dan destinasi wisata," tutur purnawirawan TNI AU itu. 

Kendati demikian, Agung mengakui masih belum terpadunya birokrasi terutama di tingkat bawah. "Banyak investor yang mengeluhkan adanya pungutan liar. Kami berharap birokrasi dibenahi, pemerintah harus ramah investasi," tegasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI