Ekspor Gula Semut ke Spanyol dan Belanda Terhenti

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Ekspor gula semut dari Karanggayam Kebumen ke Spanyol dan Belanda kini harus terhenti, akibat ada pembatasan barang masuk ke 2 negara tersebut sebagai dampak wabah Covid-19 global. Selain menurunkan tingkat produksinya secara drastis, penghentian ekspor tersebut juga sangat memukul para petani kelapa setempat dan mengharuskan produsen untuk berjuang keras mencari pasar di dalam negeri.

“Penghentian ekspor tersebut tentu saja mengecewakan karena terjadi di tengah kegembiraan sang eksportir yang semula merupakan perajin biasa. Dirinya bisa menjadi eksportir setelah mengikuti program pendampingan dari Kementerian Perdagangan,” ungkap Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kebumen, Sri Wahyuroh SH, di ruang kerjanya, Kamis (28/05/2020).

Menurut Sri, eksportir gula semut Karanggayam tersebut berhasil merangkul petani kelapa dan perajin gula kelapa Karanggayam lainnya untuk memproduksi gula semut berkualitas ekspor. Setelah order ekspor perdana diperoleh, dilanjutkan dengan pengiriman ke negara tujuan ekspor.

“Hasil dari pendampingan tersebut, ia mendapatkan order ekspor perdana. Namun setelah 2 kali pengiriman ke Spanyol lalu Belanda, ekspor dihentikan oleh 2 negara itu,” beber Sri.

Sebagai pelaku perdagangan yang terdampak wabah Covid-19, nasib eksportir tersebut sudah dilaporkan Disperindag Kebumen ke Kementerian Perdagangan, baru-baru ini.

“Kementerian Perdagangan saat ini juga tengah mendata UMKM dan pelaku usaha lain di daerah yang terdampak pandemi Covid-19. Untuk ekspor, kami juga melaporkan komoditas genetri yang tingkat ekspornya menurun drastis,” ujar Sri. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI