Empat Muara Sungai di Kebumen Direvitalisasi

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Akibat dihantam derasnya arus air di musim penghujan di bulan Februari 2019 lalu, empat muara sungai di Kebumen kondisinya rusak parah berupa longsor pada tebing-tebing dua sisinya.

"Karena itu, guna mengantisipasi terjadinya kerusakan yang lebih parah saat penghujan mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen berupaya merevitalisasi ke 4 muara di pesisir sungai itu," ujar Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Supangat SSos di ruang kerjanya, Kamis (24/10/2019).

Keempat muara tersebut adalah muara Sungai Bayamati Desa Weton Wetan Kecamatan Puring, muara Sungai Jatinegara Desa Pesuruhan Kecamatan Puring, muara Sungai Pucang Desa Wergonayan Kecamatan Mirit dan muara Sungai Rangkah Desa Rangkah Kecamatan Buayan Kebumen. Adapun biaya rehabnya  masing-masing Rp 400 juta, Rp 500 juta, Rp 300 juta dan Rp 300 juta, berasal dari APBD 2019 Kebumen.

Kerusakan parah pada tebing keempat muara tersebut menurut Supangat terjadi akibat kuatnya hantaman arus air di bagian muara saat turun hujan deras selama berjam-jam. "Dampaknya, terjadi peningkatan tajam debit air sungai yang mengalir ke arah muara. Pada saat bersamaan gelombang pasang air laut meluncur menuju muara, maka terjadilah pertemuan antara arus sungai yang deras itu dengan gelombang pasang air laut yang hempasannya merusakkan tebing-tebing muara," papar Supangat.

Selain merusakkan kondisi muara, pertemuan arus sungai dengan ombak pasang itu juga berdampak terjadinya banjir di pemukiman warga maupun lahan pertanian padaradius beberapa ratus meter ke arah hulu sungai. "Kami bangun tanggul bronjong pada tebing-tebing yang rusak itu untuk mengantisipasi agar arus balik gelombang pasang air laut di muara tak meluap ke arah pemukiman warga maupun lahan pertanian," jelas Supangat. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI