Empat Ribu Warga Temanggung Belum Rekam E-KTP

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Sedikitnya empat ribu warga Kabupaten Temanggung yang telah memiliki hak pilih pada Pemilu 2019 belum rekam kependudukan. Mereka terancam tidak dapat mencoblos di TPS jika tidak segera rekam, maka itu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduksapil) Kabupaten setempat menarget perekaman selesai pada Maret 2019.

"Syarat mencoblos membawa KTP elektronik atau surat keterangan (Suket) sudah rekam, bila belum rekam maka mereka terancam tidak dapat mencoblos karena tidak punya KTP dan Suket," kata Plt Disdukcapil Kabupaten Magelang Widiyatmoko SH, Jumat (4/1).

Dikatakan dari sekitar 12 ribu warga yang belum rekam kependudukan, catatan terakhir sudah sekitar 8 ribu yang sudah rekam, namun mereka belum juga mendapat kepingan KTP-E karena stok habis. Sedangkan 4 ribu warga hingga sekarang belum rekam.

Disdukcapil, katanya sudah melapor pada Kementerian Dalam Negeri dan dijanjikan awal Januari datang untuk kemudian segera dicetak dan diberikan pada yang berhak.

Sedangkan perekaman, tetap jalan terus, setelah berhenti pada akhir tahun lalu karena ada libur nasional. Perekaman dilakukan di kantor kecamatan, Disdukcapil dan mobil keliling.

" Kami jemput bola dengan mobil keliling. Petugas blusukan ke desa-desa," katanya.

Dikemukakan dalam satu hari sekitar 40 hingga 80 warga yang lakukan perekaman. Sedangkan dalam jemput bola perekaman sehari di dua – tiga desa. Warga diminta berkumpul di balai desa lalu diproses perekaman.

Warga yang sakit, tua dan lumpuh yang tidak bisa datang ke balai desa, kata dia, selanjutnya didatangi dari rumah ke rumah. Pemotretan biasa dilakukan di teras rumah, kamar atau pekarangan. (Osy)

BERITA REKOMENDASI