Facebook Sensor Konten

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA (KRjogja.com) – Facebook telah diblokir di China sejak tahun 2009. Namun, jejaring sosial itu tengah berusaha agar bisa kembali ke China dengan mengembangkan sebuah tool khusus.

Tool software ini nantinya bakal mencegah posting tertentu yang muncul di Newsfeed pengguna yang berada di China, bisa dibilang peranannya adalah sebagai alat sensor. Seperti diketahui, sensorship internet di China tergolong ketat.

Alih-alih “menyensor” langsung posting yang bersangkutan, Facebook akan menawarkan tool tersebut ke pihak ketiga (mungkin Pemerintah China) untuk memonitor topik-topik yang muncul ke permukaan di kalangan pengguna media sosial itu.

Pihak ketiga itu nantinya bisa memutuskan apakah sebuah konten bisa muncul di Newsfeed pengguna Facebook (di China) atau tidak. Pemerintah China memang mengontrol dan menyensor aktivitas warganya di internet secara ketat. Ini pula alasan mengapa Facebook dan layanan online lain, seperti Twitter, diblokir di sana.

Pembatasan seperti di atas bukan hal aneh buat Facebook yang diketahui telah membatasi konten pengguna sejumlah lokasi lain, seperti Pakistan, Rusia, dan Turki demi mengikuti permintaan pemerintah di negara-negara tersebut.

Kabar soal tool sensor khusus itu muncul di tengah-tengah sorotan masyarakat AS karena banyaknya berita palsu yang beredar di Facebook. Tool semacam ini bisa dipakai untuk memanipulasi opini publik dengan mencegah pengguna mengunggah posting yang menyinggung negara.

Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg dikenal getol mengincar pasar China yang besar dengan 1,3 miliar penduduknya. Zuckerberg berusaha membangun relasi dengan para petinggi China, termasuk Presiden Xi Jinping, belajar bahasa Mandarin, dan berulang kali pergi ke China. Namun, sejauh ini upayanya belum berhasil. (*)

BERITA REKOMENDASI