Fatayat Dorong Kader ‘Terjun’ ke Politik

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi sosial keagamaan, namun para kadernya didorong untuk berperan aktif dalam politik praktis. Bahkan kader yang berpotensi, diharap mampu mengisi jabatan politik baik di Dewan Perwakilan Rakyat/Daerah (DPR/DPRD), maupun eksekutif.

“Disinilah (politik)  kita akan memiliki peran yang lebih besar untuk turut serta dalam percaturan pemerintah dengan berbagai kebijakan politiknya, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat,”  kata Ketua Fatayat NU Kabupaten Purworejo RR Nurul Qomariah SE pada temu kader Fatayat NU se Kabupaten Purworejo di Gedung Wanita Jend Achmad Yani Purworejo, Minggu (22/04/2018).

Temu kader dalam rangka Harlah Fatayat NU ke-68 dengan tema menghitung perempuan dalam politik untuk Indonesia yang berkeadilan ini menurut Nurul Qomariah yang juga anggota DPRD Purworejo ini, kaum  perempuan yang menduduki jabat politik maupun eksekutif masih sangat kecil, padahal peluang itu ada dan kader Fatayat banyak yang berpotensi. 

"Dukungan dari anggota organisasi saja sudah cukup banyak, terlebih kepengurusan Fatayat sudah banyak terbentuk hingga tingkat ranting (desa/kelurahan),” tandasnya.

Dikatakan pula, bahwa kepengurusan Fatayat di tingkat ranting di Purworejo hingga kini sudah mencapai 210 ranting, meningkat dari sebelumnya yang baru 159 ranting. “Jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai 494 ranting sesuai jumlah desa/keluarahan di Purworejo,” katanya berharap.(Nar)

BERITA REKOMENDASI