Fatayat NU Tolak Pemberlakuan 5 Hari Sekolah

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purworejo secara tegas menolak pemberlakuan lima hari sekolah (full day school), terutama untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan SLTP. Mengingat dengan diberlakukan lima hasi sekolah ini, anak-anak kehilangan kesempatan untuk kegiatan mengaji yang selama ini banyak dilaksanakan pada sore hari selepas sekolah.

“Dengan full day school, di sekolah yang katanya ada kegiatan mengaji, kenyataan tidak demikian. Bahkan di Purworejo guru agama masih sangat kekurangan,” kata RR Nurul Qomariyah SE usai dikukuhkan sebagai ketua Fatayat NU cabang Purworejo untuk periode lima tahun kedepan di Gedung Kesenian Sarwo Edhie Wibowo, Minggu (30/7).

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini, juga dirangkai dengan musyawarah kerja cabang (Muskercab) yang diikuti oleh seluruh pengurus anak cabang (PAC) dan ranting Fatayat se Purworejo dengan jumlah peserta 540 orang. Sedang pengurus lain yang dikukuhkan diantaranya untuk Sekretaris Akmaliyah, Bendahara Ida Eriyanti masing-masing didampingi para wakil dan pengurus lainnya. Pengukuhan dilakukan Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah Hj Tazkiyatul Mutmainah.

Dengan diberlakukan lima hari sekolah yang katanya di sekolah ada pendidikan moral dan karakter lanjut Nurul Qomariah yang juga anggota DPRD Purworejo ini, kenyataannya tidak. Bahkan guru tidak tetap yang pada tahun 2017 mendapat dana intensif dari APBD, untuk tahun 2018 nanti tambahan untuk guru tidak tetap  belum bisa dikabulkan. (Nar)

BERITA REKOMENDASI