Fenomena Tanah Bergerak Terjadi di Ngaliyan Temanggung

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Tanah bergerak terjadi pada lahan pertanian produktif seluas 4 hektare di blok Semek Dusun Karanganyar Desa Ngaliyan Kecamatan Bejen Temanggung. Pergerakan tanah selain merugikan warga dengan rusaknya lahan pertanian, gagal panen, terputusnya akses jalan pertanian dan saluran air pertanian serta mengancam Jembatan Singorojo sebagai jalur ekonomi di wilayah kabupaten tersebut.

Pihak Kecamatan Bejen pada laporannya pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jumat (12/02/2021) menyampaikan tanah bergerak terjadi sejak tiga hari terkhir, yang antara lain dipicu hujan deras dengan intensitas sedang hingga tinggi dengan durasi yang berjam-jam.

Tanah bergerak, tulis laporan tersebut menimbulkan longsor di lahan pertanian warga yang ditanami berbagai tanaman seperti jahe, ketela, cabai, sengon dan berbagai hasil bumi lain tersebut. Tercatat di area tersebut dimiliki 22 warga yang semuanya petani.

Secara grafitasi tanah longsoran menuju DAS Kali Bodri yang hanya berjarak sekitar 100 meter dan dapat menghempas pondasi jembatan Singorojo yang merupakan aset Bina Marga Jateng. Kepala Pelaksanan BPBD Temanggung Dwi Sukarmei membenarkan adanya kejadian tanah bergerak di Blok Semek tersebut.

Upaya yang dilakukan BPBD diantaranya pendataan, koordinasi dengan perangkat desa dan sosialisasi kepada kadus dan warga untuk waspada pada saat hujan. “Petani di larang melintas atau beraktivitas di area longsor. Ini berbahaya untuk menghindari adanya korban jiwa dan luka,” kata dia. (Osy)

BERITA REKOMENDASI